oleh

Chase Carey Ragukan 25 Balapan Per Musim

PENANEGERI, Formula 1 – CEO Formula 1, Chase Carey, percaya bahwa kualitas selalu bisa mengalahkan kuantitas ketika datang untuk membangun masa depan olahraga.

Kalender musim depan menawarkan jadwal 21 balapan, dengan The Formula One Group menunjukkan bahwa jumlah perlombaan bisa saja mengalami peningkatan.

Namun Carey yang menjabat sebagai Chief Executive menegaskan bahwa ada pertimbangan yang lebih penting daripada mengambil jumlah balapan per tahun hingga berjumlah 25.

“Kami tidak pernah menyarankan itu. Kami hanya membahas kemungkinan lebih banyak balapan, termasuk perlombaan tambahan di AS, di New York atau Miami yang bisa menjadi mungkin. Tapi 25, 23 dan 22 balapan bukanlah kenyataan saat ini, dan tidak juga menjadi titik diskusi,” ungkap Chase Carey dilansir dari laman f1.com, Kamis(6/7).

Carey menjelaskan, saat ini, perhatiannya adalah membuat 21 perlombaan yang benar-benar hebat, membuat lebih banyak dari apa yang dimiliki dan mengembalikan para penggemar ke sirkuti atau menyaksikan olahraga ini sesuai jadwal.

ā€¯Formula satu sedang mencoba mengeksplor segala potensi, semua yang bisa kami lakukan untuk menambahkan daya saing olahraga ini sehingga menghibur banyak pihak,” tambahnya.

Olahraga ini, sambung Carey, bukan hanya memakan banyak biaya, tapi ada adrenalin tersendiri ketika para pembalap melajukan mobilnya.

“Ada persaingan sengit dan tentu saja saya yakin banyak orang yang akan menyukai hiburan semacam ini,” sambungnya.

Di sisi lain pimpinan tim Red Bull, Helmut Marko, sepakat bahwa olahraga otomotif saat ini memiliki masalah yang lebih mendesak untuk dijaga.

“25 balapan akan memungkinkan. Tapi kemudian juga, kami akan bekerja sama dengan dua tim yang saling menggantikan,” ujar Helmut Marko kepada stasiun televisi Austria, Servus TV.

Bagi Marko, jumlah balapan bukanlah intinya. Pihaknya ingin melihat seorang pembalap profesional, bukan insinyur yang seakan-akan berada di dalam mobil dan dominasi mesin semacam ini harus diakhiri.

“Kami ingin melihat hal-hal seperti Verstappen berkelahi dengan Hamilton dan Vettel, tidak mendengar para insinyur memberi tahu pembalap bagaimana cara menghemat bahan bakar atau menggunakan pengaturan untuk mesin lain,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *