oleh

Cinta Ditolak, Mobil Ortu Gadis yang menolak Cintanya Dibakar

PENANEGERI, Madiun – Saputra (24) ditangkap polisi setelah membakar mobil milik orang tua gadis yang menolak cintanya.

Saputra, pria asal Desa Sri Mulya Jaya, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, itu ditangkap setelah membakar mobil Avanza milik Mulyono (65), warga Jalan Sriti, Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun yang tak lain adalah orang tua gadis yang menolaknya.

“Menang betul telah terjadi pembakaran kendaraan oleh warga Lampung di wilayah hukum Polresta Madiun. Tapi pengakuan pelaku punya alasan untuk membakar mobil korban,” terang Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono dikutip dari laman detikcom, Jumat (15/11/2019).

Alasan pelaku membakar mobil korban, kata Suharyo, diduga karena stres cintanya ditolak oleh anak korban sebulan lalu. Pelaku nekat membakar mobil korban bernopol L 1681 TK itu dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.

“Informasinya pelaku jatuh cinta sama anaknya pak lurah tapi ditolak, tapi kami juga belum memastikan kebenarannya. Orang tua gadis yang ditaksir itu memang seorang Kades,” kata Suharyo.

Suharyo mengatakan pelaku awalnya berangkat dari Lampung beberapa hari yang lalu menuju ke rumah saudaranya di Malang. Kemudian pelaku melanjutkan perjalanan dari Malang ke rumah saudaranya di Tulungagung.

Setelah itu, pelaku kembali melanjutkan perjalanan dari Tulungagung ke Ponorogo, dan berganti bus tujuan Yogjakarta untuk menemui saudaranya. Namun, di tengah perjalanan dari Ponorogo, pelaku berhenti di Madiun.

“Saat menuju Jogja, pelaku berhenti di Masjid Khusnul Khatimah, yang berada di Jalan Hayam Wuruk, Kota Madiun. Saat ditanya tadi alasan dia berhenti, karena panggilan hati. Setibanya di masjid, pelaku melaksanakan salat magrib, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah barat dengan berjalan kaki,” paparnya.

“Pelaku kemudian berhenti untuk membeli pertamax eceran di sebuah warung penjual bensin di Jalan Madiun-Solo, Kecamatan Jiwan. Setelah itu, pelaku kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, dan berhenti di depan rumah korban. Pelaku kemudian menyiram BBM yang baru saja dibeli ke mobil milik korban yang diparkir di depan rumah, lalu membakarnya,” tandasnya.

Aksi pembakaran mobil itu diketahui seorang warga yang baru saja pulang dari sawah sehingga api lekas dipadamkan setelah mengabari pemilik rumah.

Setelah memberitahu pemilik kendaraan, saksi kemudian mencari pelaku yang membakar mobil dan menghubungi petugas kepolisian setempat.

“Selanjutnya dari jarak sekitar 200 meter, saksi melihat ada seseorang yang berjalan tergesa-gesa dengan membawa tas kecil. Kemudian pelaku ditangkap petugas kepolisian dibantu dengan warga di Jalan Panglima Sudirman, Desa Kincang Wetan sekitar 700 meter dari TKP,” sahutnya.

Akibat kejadian itu, body mobil depan sebelah kanan mengalami kerusakan parah akibat terbakar api.

Sementara itu Wakapolres Madiun Kota, Kompol Ali Rahmat, menambahkan, untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kondisi jiwa pelaku.

“Kami belum bisa memastikan secara pasti, motif pelaku membakar mobil apa. Kami akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku,” katanya. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru