oleh

Crutchlow : Iannone Sia-siakan Bakatnya

PENANEGERI, Moto GP – Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, menilai pembalap tim Suzuki, Andrea Iannone, “menyia-nyiakan bakatnya” menyusul babak pertama yang menyedihkan pada MotoGP musim 2017.

Setelah empat tahun mengendarai Ducati, Iannone ditandatangani oleh Suzuki untuk menggantikan Maverick Vinales yang pindah ke tim Yamaha, namun sembilan balapan pembuka musim bagi pria asal Italia itu mengalami sedikit bencana.

Pembalap berusia 27 tahun itu gagal finish dalam tiga balapan tahun ini dan berada ditempat ketujuh di sirkuit Austin, membuatnya turun ke uurutan 16, lebih rendah dari posisi Vinales pada tahap yang sama pada tahun lalu.

Crutchlow melihat kemampuan Iannone saat keduanya menjadi pembalap Ducati di tahun 2014 (walaupun dengan Iannone bersama tim Pramac), tapi dia telah mempertanyakan motivasi mantan rekannya untuk tahun ini.

“Saya tahu cara Iannone naik, saya berada di Ducati dan dia adalah pembalap Ducati terbaik saat itu. Dia melakukan beberapa hal fantastis, seperti cara dia mengendalikan throttle dan rem pada saat yang bersamaan. Tapi dia menyia-nyiakan bakatnya, dan dia seperti berubah,” kata Crutchlow dilansir motorsport.com, Jum’at (21/7).

Suzuki telah bertahan selama tiga musim sejak kembali ke ajang MotoGP, karena ia belum mendapatkan hasil terbaik terutama setelah Vinales memenangkan perlombaan dan mencetak tiga podium tahun lalu.

Di sisi lain, rekan satu tim rookie Iannone, Alex Rins, hanya ambil bagian dalam empat balapan sejauh ini karena mengalami beberapa cedera, tempat kesembilan pada pembuka musim di Qatar menjadi satu-satunya poin finish untuknya sejauh ini.

Bagaimanapun pembalap asal Spanyol itu membela Iannone, mengatakan bahwa dia menghadapi tantangan untuk mengadaptasi gaya berkendara setelah empat musim bersama Ducati, dengan mesin dan sistem yang berbeda.

“Apa yang Iannone lakukan tidak mudah, datang dari empat tahun mengendarai Ducati dan kemudian naik Suzuki. Anda harus mengubah semua kebiasaan anda, karena itu adalah motor yang sama sekali berbeda,” ujar Alex Rins.

“Mudah-mudahan dia bisa melakukannya agar bisa menunjukkan potensi motornya. Saya tahu dia adalah pembalap muda berbakat, dia hanya perlu dibiarkan sendiri untuk mendapatkan hasil maksimal,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *