oleh

Cureh Baroh, Simpang Mamplam Bireuen Terapkan Larang Penggunaan WiFi

PENANEGERI, Bireuen – Aparatur Pemerintahan Gampong Curee Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen melarang penyediaan fasilitas WiFi, di warung kopi dikawasan gampong setempat.

Himbauan itu dikeluarkan setelah adanya keputusan musyawarah perangkat gampong mulai imum gampong, tuha peut, tuha lapan dan perangkat gampong, termasuk imum Syiek Gampong Curee.

Keuchik Gampong Curee Baroh, Simpang Mamplam, Helmiadi Mukhtaruddin kepada wartawan, Sabtu (24/11) menjelaskan, larangan penyediaan fasilitas Wifi ini berlaku khusus untuk warga Gampong Curee Baroh.

“Larangan ini kita keluarkan khusus untuk warga gampong, terutama bagi anak-anak, sebab selama ini anak-anak dibawah umur cendrung salah memanfaatkan WiFi,” katanya

Diakui Helmiadi, anak – anak selama ini cenderung memanfaatkan internet ini untuk hal- hal yang tidak berguna, apa lagi mereka masih berstatus pelajar.

Helmiadi juga tidak mempungkiri fasilitas WiFi ini dinilai banyak manfaat, terutama untuk orang yang membutuhkan informasi maupun bisnis.

“Sementara bagi anak-anak setingkat SMP dan SMA memang kita tak sanggup malarang atau memantau dan ini menjadi tanggungjawab orangtuanya dalam pengawasannya,” ujarnya.

Baca Juga  Bireuen Langsungkan Musabaqah Qiraatul Kutub Antar Dayah

Dari pengalaman dan hasil amatan kami selama ini, kata Helmiadi masih ada anak-anak yang mengaji di pesantren, sering bolos akibat sering memanfaatkan fasilitas WiFi.

Belakangan di Gampong Curee Baroh sudah ada enam warung kopi yang sudah menjadi fasilitas WiFi. Sementara jarak antara satu warung dengan warung lainnya berdekatan.

“Dengan kondisi inilah, kami terapkan dan mengeluarkan aturan dan himbauan ini,” tuturnya.

Tembusan tentang imbauan ini, kata Helmiadi, sudah kita teruskan kepada Muspika, baik Camat Simpang Mamplam, Kantor Urusan Agama (KUA), Polsek dan Koramil.

Himbauan ini ternyata mendapat sambutan dan sangat didukung pihak Muspika kecamatan.

“Bila larangan ini tidak diikuti dan diabaikan, yang menggunakannya, terutama anak-anak, maka tetap diproses sesuai dengan ketentuan yang diterapkan,” tegasnya.

Komentar

Berita Terbaru