oleh

Amerika Serikat dan Korea Selatan Luncurkan Uji Coba “Rentetan Misil” setelah Uji Coba ICBM Korut

PENANEGERI, Desk Internasional – Setelah saling berbalas retorika antara pihak Korea Utara dengan pihak AS (Amerika Serikat, Korea Selatan dan sekutunya), kini yang ada bukan lagi berbalas pantun retorika, atau hanya saling berbalas ucapan bernada saling ancam antar kedua belah pihak, namun kini telah menginjak level saling berbalas ‘unjuk kekuatan’.

Selang sehari saja setelah keberhasilan yang diklaim oleh pihak Korea Utara yang telah berhasil meluncurkan uji coba rudal ICBM (Intercontinental ballistic Missile) miliknya Hwasong-14, hari Selasa (4/7).

Kini, hari Rabu (5/7) pihak Amerika dan sekutunya Korea Selatan, ganti ‘unjuk kekuatan’ dengan menembakkan serentetan rudal (barrage missile) ke perairan di wilayah perairan Korea Selatan.

Demo unjuk kekuatan ini dilakukan pihak Amerika dan Korea Selatan setelah adanya unjuk kekuatan tes peluncuran ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) Hwasong-14 milik Korea Utara.

“Kemampuan presisi penembakan yang dalam memungkinkan aliansi Korea Selatan untuk melibatkan serangkaian target kritis sepanjang semua kondisi cuaca,” kata Angkatan Darat AS dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (Army Tactical Missile System -ATACMS) dan Rudal Hyunmoo II milik Korea Selatan juga digunakan dalam unjuk kekuatan ini.

Baca Juga  Antisipasi Hari jadi Militer Korea Utara ke-85, Amerika siagakan Kapal Selam Nuklir

Korea Selatan dan Amerika Serikat telah meluncurkan sebuah “rentetan rudal” di sepanjang pantai timur Semenanjung Korea, sehari setelah Korea Utara mengatakan bahwa mereka melakukan uji coba rudal balistik antar benua yang berhasil pertama kali (Intercontinental Ballistic Missile-ICBM).

Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya melakukan tes ICBM pada hari Selasa (4/7) di bawah pengawasan pemimpin Kim Jong-un, dan bahwa hal itu (sasaran) dapat terjadi di manapun di dunia.

Rudal Hwasong-14 mencapai ketinggian 2.802km dan mencapai targetnya tepat setelah terbang selama 39 menit, kata televisi pemerintah Korea Utara-KCNA.

Sebagai tanggapan atas Hwasong -14 Korut, maka rudal presisi “Barrage Missiile” atau rentetan misil ditembakkan ke perairan teritorial Korea Selatan pada hari Rabu (5/7) untuk menunjukkan pada Korea Utara sebagai “postur respons rudal gabungan”, kata kantor Kepresidenan Korea Selatan.

Jenderal AS Vincent Brooks, komandan Pasukan Gabungan di Korea Selatan, secara halus mengatakan, “Pengekangan diri, yang merupakan pilihan, adalah hal yang memisahkan antara gencatan senjata dan perang. Seiring dengan peluncuran rangkaian rudal ini, maka kami dapat mengubah pilihan kami saat diperintahkan oleh pemimpin nasional aliansi kami.”

Baca Juga  Korea Utara Nyatakan Berhasil uji ICBM

Namun Pemimpin Korea Utara yang masih membandel juga berjanji untuk tidak pernah meninggalkan senjata nuklir mereka dan menyatakan akan terus mengirimkan lebih banyak “paket hadiah” dari uji coba rudal dan tes atom, menurut Kantor Berita Pusat Korea Utara KCNA. (*)

Komentar

Berita Terbaru