oleh

Dandim 0111/Bireuen : Komitmen Memerangi Narkoba, TNI yang Terlibat Tetap Dipecat

PENANEGERI, Bireuen – Fenomena narkoba saat ini sudah begitu jauh merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Pemberlakuan hukuman eksekusi mati bagi gembong-gembong narkoba, serta beragam tindakan tegas seperti instruksi tembak mati bandar narkoba merupakan salah satu urgensnya efek dari narkoba.

Hal itu dikatakan Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda, SE, MM, M.Sc melalui siaran persnya yang diterima Penanegeri.com, Kamis (17/1) terkait kondisi peredaran narkoba di Indonesia saat ini sudah sangat darurat.

Menurutnya, saat ini ancaman bahaya narkoba memang tidak main-main. Bukan hanya sekadar mengancam keselamatan bangsa. Tapi narkoba sanggup memunculkan fenomena lost generation kelak, jika tak segera tertangani dengan serius.

“Di internal TNI AD sendiri, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba benar-benar menjadi perhatian serius. Secara rutin dan berkelanjutan, semua Satker (Satuan Kerja) jajaran TNI AD memberlakukan tes urine dadakan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit,” katanya.

Bila ada anggota yang terlibat narkoba, tambah Amrul Huda, oknum TNI tersebut akan langsung diproses sesuai hukum, serta diberi hukuman tambahan berupa pemecatan dengan tidak hormat dari kedinasan.

Baca Juga  Dandim 0111/Bireuen : Pemugaran Makam Habib Bugak Al-Asyi Anggarannya Satu Miliar

Hukuman berupa pemecatan, sambungnya, merupakan bukti komitmen TNI AD memerangi dan melawan narkoba. Hal ini bentuk efek jera, dan menjadi peringatan bagi prajurit agar tidak mendekati narkoba.

“Di samping tes urine, prajurit TNI AD juga aktif melakukan penggerebekan bagi anggotanya yang terindikasi terlibat narkoba, baik dari hasil pantauan internal TNI maupun berdasarkan laporan dari masyarakat,” terangnya.

Disiai lain, Dandim 0111/Bireuen tetap melakukan upaya pemberantasan narkoba, bersama Polri dengan melakukan razia gabungan ke tempat-tempat yang dicurigai, sebagai sarang produksi narkoba serta titik peredaran narkoba.

Dengan penghargaan dari BNN kepada TNI selama ini, tentu semakin mengukuhkan komitmen TNI AD atas upaya gencarnya dalam melakukan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digalakkan BNN.

“Upaya-upaya yang dilakukan TNI AD dalam memerangi narkoba tentu tak akan efektif tanpa dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia. Sebab narkoba adalah musuh bersama, musuh bangsa ini. Artinya musuh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Dikatakan Letkol Inf Amrul Huda, upaya memerangi narkoba juga harus sebanding  dengan perkembangan di organisasi jaringan narkoba selama ini. Jika teknologi yang digunakan dalam peredaran narkoba makin canggih, maka aparat keamanan juga harus dipersenjatai dengan teknologi canggih untuk mencegahnya.

Baca Juga  Dandim 0111/Bireuen : Pemugaran Makam Habib Bugak Al-Asyi Anggarannya Satu Miliar

Kodim 0111/Bireuen memahami betul bahwa perang melawan narkoba bukanlah suatu hal yang mudah dan dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama seluruh komponen bangsa.

“Kita perlu melakukan upaya-upaya dan harus mampu menunjukkan semangat perlawanan untuk sama-sama memerangi narkoba, demi masa depan anak cucu kita, generasi emas bangsa ini kedepan,” ajaknya.

Komentar

Berita Terbaru