oleh

Dari Kelas B, Rumah Sakit Fauziah Bireuen Turun Kelas ke C

PENANEGERI, Bireuen – Kementrian Kesehatan RI melalui Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan mengeluarkan rekomendasi penyesuain kelas terhadap 21 rumah sakit pemerintah dan swasta, di kabupaten/kota Aceh, salah satunya rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.

Rumah sakit umum daerah (RUSD), dr Fauziah merupakan rumah sakit kebangaan masyarakat Bireuen, namun dengan kondisi turun kelas dari B ke C tentunya merasa miris.

Rumah sakit plat merah Bireuen ini awalnya ditetapkan tipe B, Tahun 2014 melalui putusan Gubernur Aceh Nomor: 445.1/BP2T/2836/2014.

Selanjutnya tanggal 14 hingga 16 Desember 2017, Menteri Kesehatan RI melalui tim survey melakukan akreditasi rumah sakit meraih status paripurna dengan rating bintang lima.

Menanggapi kondisi itu, Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah  Bireuen, dr Mukhtar MARS yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/7) menjelaskan, turun kelas dari B ke kelas C ini akibat kurang Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dokter spesialis.

“Kita mengalami kekurangan dokter, selain dokter rehabilitasi medik, dokter jantung, spesialis patologi anatomi serta beberapa dokter spesialis lainnya,” terangnya.

Baca Juga  Semburan Lumpur di Aceh Utara Murni Karena Gas Dangkal

Sekarang ini, tambah Mukhtar, kita sedang melobi terhadap kekurangan tersebut, dan kini sudah ada sekitar enam dokter spesialis.

“Apabila sudah kita kunci persoalan ini, maka kondisinya kembali berubah menjadi kalas B lagi dan kita masih diberikan masa sanggah. Masa sanggah itu yang dipergunakan pihaknya mencari dokter spesialis untuk menutupi kekurangan SDM atau kekurangan dokter spesialis tadi,” sebutnya.

Tak hanya Bireuen, sambung Mukhtar, hampir seluruh rumah sakit di Aceh turun kelas, ada juga rumah sakit di Aceh yang mengalami kekurangan sarana dan perlatan kesehatan.

“Sementara di rumah sakit umum Bireuen ini seluruhnya lengkap, namun kendalanya dokter tadi yang masih kurang,” ungkapnya.

Guna memenuhi hal tersebut, sejauh ini kita sedang melakukan lobi beberapa dokter spesialis ke sejumlah daerah agar dapat bekerja dengan sistem kontrak di Bireuen.

”Yang sudah ada, siap bekerja di Bireuen enam orang dan tinggal lima dokter lagi, ini sedang diupayakan agar rumah sakit umum Bireuen hijau kembali atau kembali ketipe B,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru