oleh

Dewan Keamanan PBB Gagal Adopsi Tiga Resolusi pada Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

PENANEGERI, Internasional – Beberapa hari setelah adanya dugaan serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus, Douma, Suriah, Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (10/4) gagal mengadopsi tiga resolusi. Yaitu dua resolusi yang akan membentuk mekanisme untuk menyelidiki penggunaan senjata semacam itu di Suriah, serta satu resolusi mengenai misi pencarian fakta di negara Suriah yang dilanda perang.

Jika salah satu dari dua mekanisme yang diusulkan dalam draft telah disetujui, itu bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Organisasi untuk Pencegahan Senjata Kimia atau Organisation for Prevention of Chemical Weapons -UN Joint Investigative Mechanism (JIM) ketika mandatnya berakhir November lalu, demikian seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Selasa 10 April 2018.

Rancangan resolusi pertama yang dipertimbangkan hari Selasa (10/4) ditulis oleh Amerika Serikat, yang akan menetapkan mekanisme investigasi baru selama satu tahun, serta mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia, namun resolusi ini ditolak karena adanya Veto dari Rusia.

Sedangkan 12 suara mendukung resolusi itu, dua suara menentang resolusi tersebut, yakni : Bolivia dan Rusia, dan satu suara abstain yakni Cina.

Baca Juga  Sekjen PBB Serukan Hentikan Pertempuran di Suriah barat daya

Suara negatif (Vote Negative) – atau dikenal dengan istilah Veto – adalah hak suara negatif (Veto) dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yaitu : Cina, Perancis, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat – yang bisa menghalangi jalannya resolusi.

Pertemuan hari Selasa (10/4) menandai keduabelas kalinya Rusia telah menggunakan hak Veto untuk memblokir tindakan Dewan Keamanan PBB pada Suriah.

Demikian pula, sebuah rancangan resolusi yang bersaing – yang ditulis oleh Rusia – yang akan menetapkan mekanisme untuk satu tahun juga tetapi akan memberi Dewan Keamanan tanggung jawab untuk menetapkan pertanggungjawaban atas penggunaan senjata kimia di Suriah, juga tidak diadopsi DK PBB.

Rancangan ini diterima oleh enam suara anggota Dewan Keamanan PBB yang mendukung yakni : Bolivia, Cina, Ethiopia, Guinea Khatulistiwa, Kazakhstan dan Rusia, sedangkan tujuh suara mementang yakni : Prancis, Belanda, Peru, Polandia, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat, dan dua suara abstain yakni Cote d’Ivoire (Pantai Gading) dan Kuwait.

Dewan Keananan PBB menolak teks rancangan resolusi ketiga – juga diusulkan oleh Rusia – yang berkaitan dengan pekerjaan Misi Pencarian Fakta OPCW atau OPCW Fact-Finding Mission (FFM).

Baca Juga  Kondisi Memprihatinkan untuk Anak-anak di Ghouta Timur (East Ghouta) Suriah

Rancangan ini diterima oleh lima suara mendukung yakni : Bolivia, Cina, Ethiopia, Kazakhstan dan Rusia, sedangkan empat suara menentang yakni : Prancis, Polandia, Inggris dan Amerika Serikat, dan enam suara abstain yakni : Pantai Gading, Guinea Khatulistiwa, Kuwait, Belanda, Peru, dan Swedia.

Menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Selasa (10/4), Sekretaris Jenderal PBB António Guterres telah mengulangi seruannya pada 15 anggota DK PBB untuk “menemukan persatuan” tentang masalah penggunaan senjata kimia di Suriah dan memastikan akuntabilitas.

“Norma-norma menentang senjata kimia harus dijunjung tinggi. Saya memohon kepada Dewan Keamanan untuk memenuhi tanggung jawabnya dan menemukan persatuan dalam masalah ini, ”kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

“Saya juga mendorong Dewan untuk melipatgandakan upayanya untuk menyetujui mekanisme yang didedikasikan untuk akuntabilitas,” ujar Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, seperti dirilis oleh situs resmi PBB, Selasa (10/4). (*)

Komentar

Berita Terbaru