oleh

Di 4 Negara Ini Jika Ketahuan Minum Saat Ramadhan Dijebloskan ke Penjara

PENANEGERI, Internasional –

1.Saudi Arabia

Saudi Arabia merupakan salah satu negara yang paling ketat peraturannya selama bulan suci Ramadhan. Pemerintah di sana mengeluarkan larangan untuk semua orang menyantap makanan atau minuman di siang hari selama waktu ibadah puasa.

Aturan ini tidak hanya berlaku untuk umat Muslim saja, tapi juga bagi orang-orang non-Muslim di sana. Pemerintah biasanya menurunkan Mutawa, atau polisi di sekitar Mekah untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang makan dan minum di sekitar sana.

Bagi orang-orang yang tertangkap tengah minum atau makan di ruang umum, maka Mutawa akan menangkap mereka karena telah melanggar kebijakan yang ada. Bahkan bisa berakhir dengan hukuman kurungan penjara.


2. Pakistan

Sejak tahun 1980, pemerintah Pakistan melarang semua restoran buka di sana selama waktu berpuasa.
Semua warga juga dilarang makan atau minum di ruang umum. Bagi yang tertangkap melanggar aturan ini akan dipenjara selama 3 bulan atau membayar denda sekitar RS 25,000 (Rp 4,1 juta).

Selain harus menghadapi hukuman dari pemerintah. Pakistan juga memiliki banyak organisasi Islam yang biasanya mengawasi setiap sudut jalan untuk memastikan tidak ada orang yang melanggar aturan ini.

Jika tertangkap biasanya mereka akan memberikan hukuman sendiri berupa teguran hingga tindakan lainnya

3. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam merupakan salah satu negara Asia yang masih mempertahankan sistem kerajaan Islam. Hampir 90% populasi warga Brunei menganut agama Islam.
Brunei juga terkenal tengah menyiapkan akan menerapkan hukum Sharia yang sudah ada sejak 1400 tahun lalu. Tentunya selama bulan Ramadhan, pemerintah Brunei meminta semua warganya untuk menghormati bulan suci ini.

Pemerintah melarang setiap warganya untuk makan dan minum di ruang umum. Jika tertangkap, setiap orang wajib membayar denda yang sangat mahal yaitu sekitar B$ 4,000 (Rp 47,5 juta)


4. Kuwait

Kuwait merupakan salah satu negara terkaya di dunia. Negara yang terletak di Teluk Persia, Timur Tengah ini punya peraturan super ketat selama bulan Ramadhan. Pemerintah Kuwait melarang semua warganya untuk makan dan minum di tempat umum selama waktu ibadah puasa berlangsung.
Bagi orang-orang yang tertangkap masih melakukan hal ini, mereka akan didenda sebanyak 100 dinar (Rp 4,7 juta). Selain membayar denda, hukuman kurungan penjara selama satu bulan juga diterapkan.

Hukuman ini berlaku untuk semua penduduk Kuwait yang beragama Muslim atau non-Muslim. Menurut pemerintah Kuwait, warga dan para ekspatriat harus memperhatikan nilai dan tradisi yang ada di sini. Termasuk menghormati orang-orang yang tengah menjalankan ibadah. (*/dtc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *