oleh

Di Aceh, 2.991 Penderita Gangguan Jiwa Ditetapkan Sebagai Pemilih pada Pemilu 2019

-Aceh, Politik-316 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 2.991 penderita gangguan jiwa atau disabilitas mental (tuna grahita) ditetapkan sebagai pemilih di Pemilu 2019.

“Jumlah itu bagian dari total keseluruhan Daftar Pemilih Tetap di Aceh yang berjumlah 3.453.990 jiwa,” sebut Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KIP Aceh, Agusni AH kepada Penanegeri.com, Rabu (16/1).

Dijelaskannya, Tuna Grahita ini nantinya bisa memilih, sepanjang diatur dalam juknis (petunjuk teknis) pemungutan suara. Mereka ini bukan orang gila yang berkeliaran di jalan itu yang didata dan disuruh memilih di TPS, tetapi mereka yang dilaporkan oleh masyarakat atau anggota keluarga mereka yang memiliki disabilitas mental.

Kata Agusni, pemilih disabilitas mental, sebenarnya telah berlaku sejak Pemilu 2009 dan KIP Aceh telah memiliki data sebelumnya para disabilitas mental yang diberikan hak pilih.

Kemudian, dalam juknis nanti diatur, kemungkinan para pemilih penderita gangguan jiwa ini harus ada surat keterangan dokter atau dinyatakan oleh dokter yang merawatnya dia sehat dan bisa memberikan hak pilih, serta harus ada pendampingnya. Juknis ini sudah ada drafnya dan akan diterbitkan oleh KPU nantinya dalam waktu dekat ini.

Baca Juga  Mobil Dinas Bupati Bireuen Lecet, Pemkab Usulkan Mobil Dinas Baru

Lanjut Agusni, dalam daftar pemilih di Aceh tersebut juga telah ditetapkan pemilih tuna daksa sebanyak 3.212 orang, tuna netra sebanyak 1.536 orang, tuna rungu 1.965 orang, serta disabilitas lainnya sebanyak 1.897 orang.

“Dari total pemilih di Aceh, pemilih laki-laki berjumlah 1.699.593 jiwa, sedangkan pemilih perempuan sebanyak 1.754.397 jiwa yang tersebar di 15.527 Tempat Pemungutan Suara (TPS) seluruh Aceh,” tutup mantan Ketua KIP Kota Langsa ini.

Komentar

Berita Terbaru