oleh

Di Bireuen, Wamen PUPR RI dan HRD Tinjau Jalan Dua Jalur dan Jembatan Peudada

PENANEGERI, Bireuen – Usai melakukan kunjungan kerja ke Bener Meriah, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, John Wempi Wetipo dan Anggota DPR RI Komisi V, H Ruslan M Daud (HRD) kembali lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Jumat (14/2).

Di Kabupaten Bireuen, Wamen PUPR RI dan Ruslan M Daud ikut meninjau rencana pembangunan jalan dua jalur, di lintasan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, Simpang Adam Batre, Kota Juang Bireuen.

Selanjutnya, rombongan kembali bergerak iku meninjau jembatan Peudada, dan rencanannya akan dibangun kembali jembatan pendamping, dari samping jembatan dasar di Peudada.

Saat kunjungan itu, kepada Penanegeri.com, H Ruslan M Daud mengatakan, kunjungan kerja bersama Wamen PUPR, John Wempi Wetipo guna melihat langsung rencana pembangunan infrastruktur jalan dua jalur, mulai Titi Rumbia, Kota Juang hingga ke kawasan Keudee Blang Bladeh, Jeumpa serta duplikasi jembatan Peudada sepanjang 240 meter.

“Kita berharap rencana ini bisa tercapai dan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini tentunya dengan dukungan pemerintah daerah Bireuen,” sebut mantan Bupati Bireuen itu.

Baca Juga  Lima Warga Aceh Timur yang Dikabarkan Hilang di Hutan Telah Ditemukan

Sementara itu Wakil Menteri PUPR RI, John Wempi Wetipo kepada wartawan mengaku, apabila pemerintah Kabupaten Bireuen menyiapkan lahan untuk pembangunan jalan tersebut, maka pihak balai segera menghitung volumenya.

“Bila Pak Plt Bupati Bireuen dapat membebaskan lahan jalan ini, maka nanti kita lihat anggarannya untuk pembangunan, selanjutnya pihak balai akan menghitung kembali volume,” ujar John Wempi.

Menyatuhi hal ini, Plt Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani tentu sangar berharap, kalau pembangunan jalan dua jalur lintasan jalan nasional dapat terwujud.

“Tentu ini harapan semua masyarakat Bireuen, apalagi lintasannya sangat padat, butuh jalur dua,” terangnya.

Disamping itu, Muzakkar juga mengharapkan dapat dibangun jembatan pendamping di Peudada, hal ini dapat mengatasi bila terjadi sesuatu dengan jembatan lama, maka ada jembatan anternatif lain.

“Saat ini masih ada areal lahan KAI di sekitar jembatan, bila memungkinkan maka kami siap membebaskan agar dapat dibangun jembatan pendamping,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru