oleh

Di Langsa, Bawang Putih Tembus Rp 80 Ribu Perkilo

-Aceh, Ekonomi-21 views

PENANEGERI, Langsa – Sejak sepekan terakhir, harga bawang putih tembus hingga Rp 80 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 50 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat para ibu rumah tangga mengeluh.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah pedagang di Peukan Langsa, Senin (6/5) menyebutkan, selain harga bawang putih, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan, seperti bawang merah dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu per kilogram, jeruk nipis dari Rp 4.000 per kilogram kini menjadi Rp 15.000 per kilogram, cabai merah Rp 20 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Kemudian, tomat Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram, gula pasir dari Rp 11.000 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram, telur ayam Rp 38.000 per papan menjadi Rp 40 ribu per papan dan beras merk Pak Tani dari Rp 147.000 per goni (isi 15 kg) menjadi Rp 152.000 per goni.

Baca Juga  Warga Bongkar dan Pindahkan Kuburan Massal di Kajhu

Salah seorang ibu rumah tangga, Desi, warga Gampong Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro, menyampaikan, akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini membuatnya kewalahan untuk mengatur pengeluaran belanja.

“Gimana tidak bingung, biasanya pengeluaran untuk setiap hari belanja sebesar Rp 50 ribu, sekarang harus mengeluarkan sampai Rp100 ribu,” sebutnya.

Menurut Desi, kenaikan harga bahan pokok ini terjadi seminggu menjelang meugang puasa, bahkan, pada hari puncak meugang kenaikan harga melonjak drastis.

Ironisnya lagi, harga jeruk nipis sebelumnya hanya Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram. Seharusnya pemerintah daerah setempat, setiap menjelang meugang dapat terus mengantisipasi melonjaknya harga sembako sehingga masyarakat tidak terkejut seperti ini.

“Bayangkan saja di zaman sekarang ini sulitnya mendapatkan pekerjaan, bahkan, nilai uang sebesar Rp 1 juta sekarang ini tidak berharga sama sekali, mana lagi harga kebutuhan pokok melonjak naik seperti ini,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan, salah seorang warga Gampong BTN Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Mayarisa (38). Dijelaskannya, untuk mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok, maka seminggu sebelumnya dirinya membeli kebutuhan pokok tersebut tapi nyatanya harga pun sudah melonjak naik.

Baca Juga  KIP Langsa Distribusikan Logistik Pemilu ke 451 TPS

Diharapkan, kepada pemerintah daerah setempat nantinya pada saat menjelang meugang hari raya Idul Fitri sudah melakukan survei terhadap semua harga bahan pokok dan mengkroscek kenapa setiap menjelang meugang harga mengalami kenaikan.

“Selain itu, menggelar operasi pasar bahan sembako sehingga masyarakat diringankan,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru