oleh

Di Nagan Raya, Ayah Tiri Setubuhi Anak di Bawah Umur Selama Tiga Tahun

PENANEGERI, Nagan Raya – Seorang anak di bawah umur, PS (16), disetubuhi oleh ayah tirinya GU (45) warga Desa Kuala Trang, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyanto melalui Kasat Reskrim, AKP Bobby Putra Ramadhan Sebayang, SIK kepada Penanegeri.com, Kamis (14/2) menuturkan, tersangka melakukan perbuatan bejat tersebut sejak sekitar Juli 2016 sampai dengan Kamis, 7 Februari 2019 dan baru dilaporkan ke Polres Nagan Raya, pada Minggu, 10 Februari 2019 sekira pukul 02.00 WIB.

Dijelaskannya, korban datang ke Polres Nagan Raya didampingi orang tua kandungnya, SP (33) warga Kecamatan Kuala bersama beberapa saudara kandung korban lainnya. Kepada petugas, SP menceritakan bahwa anaknya telah diperlakukan tidak sepatutnya dengan cara dicabuli dan disetubuhi oleh pelaku yang tinggal serumah bersama dengan ibu dan dua adik laki-laki serta nenek korban.

Kata Kasat Reskrim, kejadian tersebut terjadi dibeberapa tempat yaitu ruang tamu, kamar korban dan dapur. Dimana, dalam melakukan aksi bejatnya, pelaku membujuk hingga memaksa bahkan mengancam akan memukuli korban jika menolak ajakan berhubungan badan.

Baca Juga  Yayasan Ini Gelar Konvoi Tolak Segala Bentuk Paham Radikal dan Terorisme

Menurut keterangan korban dan juga pengakuan pelaku sendiri, kejadian itu terjadi pertama kali pada Juli 2016 dan baru berakhir pada 7 Februari 2019, dimana pada waktu itu sekira pukul 05.00 WIB, tersangka masih memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Lanjut Kasat, karena korban tidak tahan lagi dengan prilaku tersangka, maka korban mengadukan perbuatan ayah tirinya tersebut kepada ayah kandungnya. Setelah mendengar penderitaan yang dialami oleh anaknya dan merasa keberatan atas perbuatan bejat tersebut, ayah kandung korban melaporkan ke  Polres Nagan Raya.

Sambung Kasat lagi, pelaku melakukan tindakan bejat tersebut karena mengetahui bahwa korban sudah tidak perawan dan pernah berhubungan intim dengan laki-laki lain.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 76E Jo Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor : 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor : 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 82 Ayat (1) dan (2) Jo Pasal 81 Ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor : 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor : 1 tahun 2016 Tentan Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak dengn ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah 1/3 (maksimal 20 tahun).

Komentar

Berita Terbaru