oleh

Di Rutan Bireuen, Magfirah : Saya Pasrah dan Berserah Diri Kepada Allah

PENANEGERI, Bireuen – Keberadaan tiga bayi kembar, buah hati Jafadli (29) dan Maqfirah binti Zakirsyah (27) warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur yang harus menemani ibunya, di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Bireuen sangat menyedihkan.

Pasalnya, tiga bayi mungil berusia 3 bulan ini yakni, Muhammad Furqan, Jihan Faiha dan Jihan Farahah harus ikut berada di penjara, lantara ibunya (Maqfirah_red) yang tersandung perkara hukum, setelah dilapor oleh oknum aparat TNI, atas dugaan penipuan CPNS tahun 2015 silam.

Lantas, dalam kasus penipuan ini, apakah ibu ketiga bayi ini saja yang terlibat, sehingga ia harus mengorbankan ketiga bayinya hingga herus mendekam di sel tahanan Rutan Bireuen. Tentu ini perlu diungkap oleh pihak kepolisian maupun Kejaksaan sebelum memutuskan perkara ini.

Tidak mentutup kemungkinan, dalam kasus penipuan yang menggiring Maqfirah binti Zakirsyah warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur ke Rutan Bireuen ini ikut juga melibatkan oknum-oknum lain.

Namun anehnya, kasus penipuan tahun 2015 lalu, dan bahkan sudah berjalan tiga tahun, tapi hanya satu tersangka yang tergiring keranah hukum, sementara dalang utama kasus penipuan calo CPNS ini belum terungkap.

Baca Juga  Sepenggal Derita Jafadli, Suami Magfirah dan Tiga Buah Hatinya di Rutan Bireuen

“Saya dijemput anghota polisi saat usia bayi-bayi ini baru berusia lima hari. Sebelumnya, saya sempat ditempatkan di sel tahanan Polres Bireuen, dan Rutan Bireuen sudah 24 hari,” kata Magfirah kepada Penanegeri.com, Minggu (9/12) yang ditemani Kepala Rutan Bireuen, Sofyan SH.

Kala itu, bayi kembar ini masih harus disusui, sehingga ketiganya terpaksa ikut dengannya dan terpaksa berada di sel tahanan Rutan Bireuen.

“Saya kini harus pasrah menghadapi cobaan ini, berserah diri kepada yang maha kuasa, dan semoga Allah memberikan kekuatan melewati beban, karena perkara hukum yang harus saya jalani,” ujarny berlinang air mata.

Kepala Rutan Bireuen, Sofyan SH yang ikut mendampingi wartawan saat menemui Magfirah mengaku prihatin dengan kondisi ketiga bayi mungil ini, dan harus menerima kenyataan pahit bersama ibunya.

Sofyan mengaku, bertekad akan membantu, mencarikan solusi yang tepat demi guna meringankan beban tahanan ini, untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi tiga bayi kembar itu.

“Kami akan mengupayakan serta menyampaikan persoalan ini ke Dinas Sosial, agar bisa dibantu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat bagi bayi dan ibunya,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru