oleh

Diduga Berbuat Mesum, Sepasang Remaja Ditangkap Warga Matang Seulimeng

-Aceh-476 views

PENANEGERI, Langsa – Diduga telah berbuat mesum, seorang siswi salah satu sekolah lanjutan tingkat atas di Langsa, berinisial SS (16) warga Aceh Timur bersama seorang pemuda NK (17) warga Langsa, ditangkap warga Matang Seulimeng, Sabtu (15/9) sekitar pukul 07.30 WIB.

“Pasangan non muhrim itu ditangkap, disebuah rumah kontrakan di Dusun II Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat,” sebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM, kepada Penanegeri.com, Sabtu (15/9).

Ia menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa di rumah kontrakan tersebut sering berkumpul laki-laki bersama perempuan dan diduga penjaga rumah tersebut memberi fasilitas atas terjadinya perbuatan mesum.

Masyarakat sudah lama mengintai aktivitas di rumah kontrakan tersebut dan hari ini (Sabtu), sambung Ibrahim, warga menggerebek rumah itu dan didapati sepasang kekasih yang memadu cinta. Dimana, saat itu yang laki-laki menggunakan celana pendek sementara yang perempuan masih memakai seragam salah satu SLTA di Langsa dan di luarnya memakai jeket hitam.

Lanjut Ibrahim, warga menduga mereka menginap di rumah kontrakan tersebut dan diduga telah melakukan perbuatan mesum, maka masyarakat marah dan nyaris terjadi amukan massa. Namun, petugas Wilayatul Hisbah (WH) bergerak cepat mengamankan situasi dan mengamankan kedua pelaku bersama penjaga rumah kontrakan ke markas WH di Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

“Kini kedua pelaku dugaan mesum itu bersama penjaga rumah kontrakan tersebut masih diamankan guna untuk proses pengusutan lebih lanjut,” tegasnya.

Kepada petugas, kedua pelaku telah mengaku jika mereka adalah pacaran dan sudah berlangsung lebih kurang tiga bulan serta sudah sering melakukan perbuatan ikhtilat yaitu berpelukan, bermesraan dan berciuman bahkan lebih dari itu di rumah kontrakan tersebut.

Sedangkan penjaga rumah kontrakan berinisial HS (53) yang tercatat sebagai warga Gampong Matang Seulimeng mengaku bersalah dan meminta maaf kepada warga.

“Warga masyarakat setempat tidak memaafkannya, diminta untuk dilanjutkan ke proses hukum atau yang bersangkutan tidak dibenarkan lagi berdomisili dilingkungan tersebut,” ungkapnya.

Kasus ini, beber Ibrahim, terus kita dalami dan kalau nanti dari hasil pemeriksaan cukup unsur dan dan cukup barang bukti serta saksi, maka akan kita limpahkan kasusnya ke penyidik Polres Langsa. Tapi, jika tidak memenuhi unsur, maka akan kita selesaikan secara mediasi adat.

“Yang jelas penjaga rumah kontrakan tersebut tidak dibenarkan lagi berdomisili di lingkungan tersebut,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru