oleh

Diduga Dukun Santet, Dua Rumah Warga di Aceh Utara Dibakar

-Aceh-200 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Dua unit rumah milik keluarga yang diduga dukun santet, di Dusun Cot Jalo, Gampong Peudari, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, ludes dibakar warga.

IB (60) warga setempat, yang diduga dukun santet tersebut sudah tinggal selama 15 tahun dan kini sudah mapan, selain membakar dua unit rumah, massa yang sudah geram juga mengusir keluarga tersebut dari gampong.

“Saya tidak tau persis gimana kejadianya, namun pembakaran dua unit rumah milik IB dan anaknya terjadi, pada Senin (18/2) dini hari, saat saya melihat kelokasi kejadian rumah sudah ludes terbakar dan dipasang garis Police Line,” ucap Muharram salah seorang warga Gampong Peudari, Rabu (20/2).

Seorang warga lain yang tidak ingin di sebutkan namanya saat dikonfirmasi Penanegeri.com mengatakan, bahwa warga mengaku geram karena menemukan sejumlah benda aneh (mistik) di rumah IB, sehingga menimbulkan kemarahan warga dan membakar rumah milik yang diduga dukun santet tersebut.

“Kejadiannya sangat cepat, IB merupakan warga asal Bireuen dan sudah sekitar 15 tahun lebih tinggal di gampong ini, mungkin warga sudah lama mengintai perilaku dan gerak-gerik IB di kediamannya yang terkesan mencurigakan melakukan hal-hal mistis,” ujarnya.

Baca Juga  Saat Tinggal Sendiri, Rumah Kakek Alami Stroke di Peusangan Bireuen Terbakar

Ia juga mengatakan, pada saat massa menggerebek rumah IB, warga menemukan boneka kecil yang ditusuk jarum, jeruk perut dan benda lainnya, yang diduga berbau pada hal-hal mistik. Sehingga, warga memanas dan kemudian langsung membakar rumah IB pada malam itu.

Geuchik Dusun Cot Jalo, Gampong Peudari, M Gade membenarkan kejadian tersebut, namun ia tidak menjelaskan kronologis kejadian pembakaran itu. Dirinya mengakui, sangat sulit untuk membuktikan IB telah melakukan perbuatan gaib, karena itu tak terlihat.

Lanjutnya, terkait masalah ini, warga diduga dukun santet tersebut sudah membuat pernyataan di atas kertas yang diberi meterai Rp 6.000 serta cap jempol dan ditandatangani lima orang saksi dari pihak keluarga, enam orang saksi dari gampong yang juga diketahui pihak Muspika setempat.

“Atas insiden tersebut, keluarga IB bersedia meluruskan permasalah itu dengan cara damai dan kekeluargaan tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ungkapnya.

Sambungnya, ada beberapa poin dalam surat pernyataan itu, yakni dirinya dan keluarga bersedia pindah dari Gampong Peudari dan berjanji tidak akan tinggal lagi di wilayah Gampong Peudari.

Baca Juga  Peduli Warga Miskin, FP2KL Berikan Sembako

Hingga saat ini Penanegeri.com belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian, terkait insiden pembakaran rumah milik IB, yang diduga sebagai dukun santet itu.

Komentar

Berita Terbaru