oleh

Diduga Hasil Ilegal Loging, Polisi Amankan Ratusan Batang Kayu, Pemiliknya Kabur

PENANEGERI, Aceh Timur – Polres Aceh Timur, Selasa (29/1) malam berhasil mengamankan ratusan batang kayu olahan yang diduga hasil tindak pidana ilegal logging di kawasan Simpang Jernih.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, SIK, MH, Senin (4/2) kepada Penanegeri.com menyebutkan, pengungkapan kasus itu bermula adanya informasi dari masyarakat pada Senin (28/1) yang mengatakan bahwa ada kegiatan ilegal loging di sebuah hutan di Gampong Bedari, Kecamatan Simpang Jernih.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya perintahkan Kanit III Satreskrim Polres Aceh Timur, Ipda Rangga Setiyadi, S.TrK, dengan dibackup anggota Resmob untuk melakukan penyisiran dan akhirnya,  pada Selasa (29/1) pagi, petugas menemukan lokasi kegiatan ilegal loging serta didapatkan barang bukti ratuasn batang kayu dari berbagai jenis.

Namun di lokasi tidak ditemukanya pemilik kayu maupun pekerja.”Diduga mereka melarikan diri, karena mengetahui kedatangan polisi,” sebut Kapolres.

Lanjut Kapolres, setelah menemukan ratusan batang kayu, pihaknya mendapatkan kendala alat trasnportasi untuk mengangkut barang bukti tersebut, sehingga anggota berkoordinasi dengan Kapolsek Simpang Jernih untuk meminta bantuan warga membuat rakit.

Baca Juga  MaTA Pertanyakan Tujuan Pansus Migas DPRK Aceh Utara

“Hal ini dilakukan karena lokasi penemuan barang bukti kayu tersebut tidak bisa dilalui dengan kendaraan dan salah satu akses untuk mempermudah adalah dengan cara dihanyutkan ke sungai yang nantinya akan bermuara di sebuah gampong yang masuk wilayah hukum Polres Aceh Tamiang dari situlah kayu bisa diangkut dengan kendaraan,” terang Kapolres.

Selain itu, banyaknya jumlah barang bukti dan minimnya anggota membuat perakitan kayu memerlukan waktu beberapa hari untuk menyelesaikanya.

Setelah sebagian kayu sudah berhasil dibuat rakit kemudian dihanyutkan di sungai Simpang Jernih dan bermuara di Gampong Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Lalu, sambil menunggu kayu yang lain, barang bukti yang sudah sampai dipinggir sungai untuk sementara dititipkan pada sebuah kilang kayu yang tidak jauh dari menepinya kayu barang bukti.

“Dalam penitipan barang bukti tadi disertai berita acara penitipan barang antara pemilik kilang dengan Polres Aceh Timur, dalam hal ini diwakili Kanit III Satreskrim Polres Aceh Timur,” terang Kapolres lagi.

Baca Juga  Warga Aceh Barat Serahkan Satu Pucuk Pistol Sisa Konflik ke Polres

Sambung Kapolres, setelah terkumpul sebanyak 164 batang, maka pada Sabtu (2/2) pagi, kayu itu kami geser dari lokasi penitipan untuk dibawa ke Polres Aceh Timur dan pada Minggu (3/2) malam sebanyak 39 batang kayuu juga kami geser dari lokasi penitipan. Sehingga jumlah total barang bukti yang kami amankan sebanyak 203 batang kayu.

Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Wilayah Langsa untuk mengetahui jenis kayu sekaligus melakukan pengukuran tonase barang bukti yang sudah kami amankan.

Sedangkan pemilik kayu atau pihak yang bertanggung pada kegiatan ilegal logging tersebut masih masih dalam penyelidikan,” pungkas Kapolres Aceh Timur.

Komentar

Berita Terbaru