oleh

Diduga Pungli Honor PPG, Panwascam Peudada Bireuen Dipecat

PENANEGERI, Bireuen – Ketua dan juga anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Peudada, Zulkifli SE diberhentikan setelah terbukti melakukan pungutan liar (Pungli) honor Petugas Pengawas Gampong (PPG) di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Pemberhetian tersebut dilaklukan setelah sidang kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI yang digelar, di Jakarta, Rabu (30/1) kemarin.

Koordinator Divisi Pengawasn, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bireuen, Wildan Zacky yang mengikuti proses sidang kode etik etrsebut kepada wartawan, Kamis (31/1) mengatakan, putusan tersebut ditetapkan melalui sidang etik DKPP.

Sidang itu dipimpin ketua majelis, Dr Harjono SH MCL berserta anggota yang terdiri dari Prof Dr Muhammad SIP M.Si, Prof Dr Teguh Prasetyo SH M.Sn, Fntz Edward Suezar SH LLM PHD, Dr Ida Budhlati SH.m MH serta Dr H Alfitra Salam APU.

“Dalam hal ini DKPP sendiri menjatuhkan sanksi terhadap Ketua Panwascam Peudada atas tindakan pelanggaran tersebut,” terangnya.

Menurut Wildan Zacky, sesuai putusan perkara Nomor 292 DKPP PKB VIL 2018, Bawaslu Bireuen diperintahkan untuk segera melaksanakan putusan itu, paling lama tujuh hari sejak dibacakan putusan oleh majelis.

“Dengan fakta-fakta pada sidang pemeriksaan tersebut, DKPP berpendapat, kalau tindakan Zulkifli yang mengutip uang kepada pengawas pemilu kelurahan/desa, tidak dapat dibenarkan menurut hukum maupun etika,” jelasnya.

Dijelaskan Wildan Zacky, dari sidang kode etik itu, DKPP telah menyimpulkan, teradu terbukti telah melanggar kode etik, dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.

Guna menindaklanjuti putusan ini, maka kami segera harus melantik Pengganti Antar Waktu (PAW) Panwascam Peudada, sesuai ketentuan.

“Berikut kita akan melapor ke DKPP dan Bawaslu secara tertulis terkait putusan tersebut,” katanya.

Diterangkan Wildan Zacky, Zulkifli sendiri saat pembacaan putusan DKPP itu tidak ikut menghadiri proses persidangan, kendati Ia telah mendapat surat panggilan, 25 Januari 2019 lalu.

Terungkapnya kasus tersebut setelah Ketua Bawaslu Bireuen, Abdul Majid, Desi Safnita dan Wildan Zacky mengadukan Zulkifli selaku ketua, merangkap anggota Panwascam Peudada ke DKPP karena dugaan telah pengutipan uang ke sejumlah anggota Pemilu Kelurahan/ Desa di Kecamatan Peudada,

“Pokok pengaduan, karena yang bersangkutan diduga telah mengutip uang kepada sejumlah anggota Pemilu Kelurahan/Desa di Kecamatan Peudada, berkisar Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu per-orang,” tandas Wildan Zacky.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *