oleh

Diduga Selewengkan ADD, Datok Rantau Bintang Dilaporkan Warga ke Kejari Aceh Tamiang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sejumlah warga Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang guna melaporkan dugaan penyelewengan pelaksanaan proyek Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016 di Desa mereka, Rabu (29/3) sore.

Amatan Penanegeri.com, perwakilan warga Rantau Bintang tersebut datang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 15.00 WIB. Setibanya di Kantor Kejaksaan, mereka diperkenankan masuk oleh petugas piket dan berkumpul dihalaman Kantor berlambang Neraca tersebut. Kemudian, beberapa warga diperkenankan masuk dan diterima oleh Kasi Intel Kejaksaan M Ilham, SH sedangkan warga lainnya tetap menunggu diluar.

Dalam pernyataan sikapnya, warga  melaporkan indikasi penyalahgunaan serta penyimpangan dana ADD tahun 2016 Desa Rantau Bintang sebesar Rp 917 juta lebih yang dikelola oleh Datok penghulu (kades) dan bawahannya secara tertutup.

“Kami atas nama masyarakat sebanyak 125 orang telah menandatangani berita acara untuk  melaporkan beberapa dugaan penyimpangan proyek ADD,” ujar Sabaruddin kepada wartawan usai keluar dari Kantor Kejaksaan.

Diungkapkannya, ada 11 item pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan pelaksanaanya, antara lain kegiatan operasional Dusun dengan jumlah dana Rp 15 juta untuk tiga Dusun tapi hingga hari ini belum terealisasi 100 persen. Hanya satu Dusun Suka Mulia yang menerima dana Rp 1,4 juta dan sisanya Rp 13,6 juta lagi, masyarakat tidak tahu dikemanakan oleh Datok penghulu Desa Rantau Bintang, Edi Suryono.

Baca Juga  Seorang Bocah Tewas, Setelah Terseret Arus Saat Mencari Kerang

Pembangunan sarana dan prasarana air bersih/sumur cincin ADD 2016 dengan anggaran Rp 45 juta untuk membangun delapan sumur dengan kedalaman tujuh meter dinilai dananya terlalu besar. Diperkirakan warga dananya bisa ditekan menjadi separuhnya yakni, Rp 25 juta saja.

Selanjutnya kegiatan sanitasi dan kebersihan RP 67 juta lebih, diduga fiktif, karena hingga kini belum dilaksanakan. Penyimpangan lain juga terjadi pada kegiatan pendidikan. Pemasangan listrik ke SDN Rantau Bintang Rp 12 juta. Meski dalam aturan tidak dibenarkan, tapi tetap dilakukan oleh Datok. Begitu juga dengan pembangunan kandang ternak Rp 29 juta baru untuk pembuatan kandang Rp 8 juta sementara anggaran untuk beli ternak Rp 21 juta tak tahu dimana rimbanya.

Sabaruddin bersama M Basri, Mat Tamin dan warga lainnya memaparkan, sejumlah kegiatan ADD lainnya juga patut dicurigai terjadi korup misalnya, kegiatan pembinaan pemuda dan olah raga, kegiatan hari besar keagamaan, kegiatan pembentukan BUMK dan pelatihan, termasuk dana BUMK Rp 50 juta, pengadaan kebun Desa Rp 30 juta serta pembuatan jalan Dusun juga dilaksanakan secara akal-akalan.

Baca Juga  2 Hari Tak Pulang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung

“Dana BUMK Rp 50 juta tidak jelas peruntukannya, karena pengelolaannya dilakukan secara tertutup oleh oknum Datok penghulu Desa Rantau Bintang. Selain itu pengadaan kebun Desa Rp 30 juta yang terserap hanya Rp 6 juta dan sisa uangnya Rp 24 juta diduga masuk kantong pribadi Datok,” terang warga Rantau Bintang tersebut.

Dalam tuntutannya, warga Desa juga meminta Edi Suryono segera mengundurkan diri dari jabatannya, karena tidak amanah menjalankan tugas terutama dalam mengelola dana ADD sehingga melanggar pakta integritas yang dibuatnya sendiri.

Apabila Edi Suryono tidak mengundurkan diri, warga berharap jajaran penegak hukum di Aceh Tamiang dapat memproses kasus ADD Desa Rantau Bintang yang sudah diajukan warga dari proses perencanaan, pengerjaan, pengawasan sampai pertanggungjawaban (LPj) dana ADD Rantau Bintang 2016 dan dana BUMK 2014-2016.

“Menurut kami, hampir keseluruhan LPj yang dibuat dan di tandatangani oleh oknum Datok penghulu penuh rekayasa dan fiktif, tidak sesuai antara LPj dan realisasi sebenarnya dilapangan,” tambah warga sambil menunjukan selebaran foto kopi pakta integritas yang diingkari Datok Edi.

Baca Juga  Cari Korban Tenggelam di Kuala Penaga, Tim Nyelam Hingga 10 Meter

Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah, SH melalui Kasi Intel, M Ilham, SH kepada wartawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan warga Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka. Warga menginginkan Kejaksaan Aceh Tamiang mengusut program pelaksanaan ADD di Desa mereka yang dianggap tidak transparan.

“Benar saya yang terima laporan warga, setelah itu saya naikkan ke pimpinan. Setelah nanti laporan turun, langkah kita selanjutnya akan mempelajari dulu laporan mengenai pelaksanaan ADD tersebut,” jawabnya singkat.

Di tempat terpisah, saat Penanegeri.com menghubungi Datok penghulu Desa Rantau Bintang, Edi Suryono melalui selulernya, Kamis (30/3) petang, tidak berhasil. Bahkan hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban.

Komentar

Berita Terbaru