oleh

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Seorang Remaja Diringkus Polisi

PENANEGERI, Langsa – Sat Reskrim Polres Langsa berhasil meringkus seorang pelaku, berinisial MA (21) warga Kecamatan Langsa Barat, karena diduga telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Rabu (27/11) sekitar pukul 18.00 WIB di RSUD Langsa.

“Korban berinisial R (18), mahasiswi Kota Langsa dan saat aksi bejat tersebut berlangsung, korban masih berusia 17 tahun,” sebut Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, M.Sc, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK, Kamis (28/11).

Dijelaskannya, pelaku melakukan persetubuhan itu sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda. Dimana, kejadian awal itu terjadi, pada (25/10) sekitar pukul 13.00 WIB di rumah pelaku.

Kemudian, kejadian kedua terjadi setelah beberapa hari dari kejadian pertama yakni pada pukul 13.00 WIB di rumah pelaku juga, saat itu pelaku meminta korban datang kembali ke rumahnya dan jika korban tidak datang maka pelaku mengancam akan mempermalukan korban dengan cara menyebarkan foto seksi korban.

Mendapat ancaman itu, korban pun datang ke rumah pelaku, pada saat berada di depan rumah terjadilah cek cok mulut antara korban dan pelaku, lalu pelaku menarik korban masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengunci pintu kamar tersebut pada saat itu korban berusaha membuka pintu untuk melarikan diri, namun korban terjatuh ke lantai.

Baca Juga  Terkait Pelabuhan, Jokowi Respon Surat Walikota Langsa

Setelah korban terjatuh, pelaku menarik kerah baju korban dan menghempaskan tubuh korban ke atas tempat tidur dan kemudian melakukan aksi bejatnya.

Lanjut Kasat, kejadian ketiga terjadi pada, Jumat (15/11) sekitar pukul 13.00 WIiB, saat itu pelaku meminta korban datang kembali ke rumahnya karena mengetahui pada saat itu korban tidak ada dosen. Dimana, pelaku menjemput korban ke kampus dan membawa korban ke rumah pelaku setelah sampai di rumah pelaku langsung menarik korban ke dalam kamar dan kembali menyetubuhi korban.

“Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Langsa. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru