oleh

Dihantam Ombak Besar, Dua Nelayan Langsa Nyaris Tenggelam

-Aceh-54 views

PENANEGERI, Langsa – Akibat boat yang ditumpangi dihantam ombak besar, pada Rabu (4/12) sore dua nelayan jaring ikan, Alfian (37) dan Arif Fadillah (19) warga Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, nyaris tenggelam.

Kedua nelayan itu berhasil diselamatkan nelayan lainnya, di perairan Langsa sekitar Pulau Teulaga Tujoh, atau sekitar 3 km dari Pulai Pusong Gampong Teulaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat.

Alfian yang ditemui di rumahnya, Kamis (5/12) menuturkan, akibat kejadian itu dirinya mengalami luka di bagian kaki kanannya, akibat terkena baling-baling boat jaring ikan jenis 20 PK milik mereka.

Kejadian itu, kata Alfian, seperti biasanya dia bersama Arif Fadilah, pergi melaut bersama dengan nelayan daerah ini lainnya. “Pagi itu, cuaca terlihat bagus, makanya kami berangkat dari Seuriget menuju ke laut sekitaran Pulau Pusong atau 3 jam perjalanan,” sebutnya.

Kemudian, saat waktu sudah menjelang sore, mereka meyudahkan menjaring ikan dan bergegas kembali dengan membawa hasil ikan jaring. Namun, ketika tiba di kawasan laut persianya di muara Pulau Pusong, tiba-tiba angin kencang dan ombak besar langsung menghantam boat berukuran 2 orang miliknya.

Akibatnya, boat itu tenggelam dan mereka berusaha menyelamatkan diri memegang pecahan fiber tong ikan yang pecah, dengan kondisi ombak saat itu hampir semeter tingginya.

Lanjut Alfian, tidak jauh  dari arah belakang mereka atau jarak sekitar 300 meter, ada berapa nelayan lain yang juga bersamaan sedang mengarah untuk pulang.  Mengetahui itu,  temannya yang mengetahui boat ditumpangi Alfian terbalik, karena sudah tak nampak lagi di permukaan air laut coba mendekat ke posisi Alfian dan Arif Fadilah.

“Mengetahui boat kami terbalik, teman kami yang berjarak sekitar 300 meter langsung mendekat untuk membantu menyelamatkan kami,” ujarnya.

Namun, sambungnya, karena ombak besar dan angin masih kencang, temannya sesama nelayan itu harus memutar-memutar terlebih dahulu. “Mereka tidak bisa langsung menjangkau posisi Alfian dan Arif Fadilah. Sekitar 30 menit, barulah nelayan itu berhasil diselamatkan temannya,” ucapnya.

Akan tetapi,  boat miliknya yang selama ini digunakan sebagai alat untuk mencari nafkah keluarganya, tidak bisa diselamatkan dan hikang tenggelam di laut sekitar Pulau Pusong tersebut.

“Saat boat saya dihantam ombak besar secara tiba-tiba, mungkin kaki saya ini terkena baling-baling mesin, sehingga mengalami luka sobek,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *