oleh

Dinas KPPP Lhokseumawe Latih Pengusaha Industri

-Aceh, Ekonomi-75 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (KPPP) Lhokseumawe, menggelar pelatihan bagi puluhan pengusaha industri rumahan, Rabu (5/12) di Gedung Sekaya Maritim PPI, Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah ikan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Pesertanya tidak hanya wanita saja, tapi laki-laki juga ikut,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe Cut ELya Safitri, SKH, MSM kepada Penanegeri.com.

Ia menjelaskan, sasarannya saat ini hanya untuk masyarakat di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe yakni, Muara Satu, Muara Dua, Banda Sakti dan Blang Mangat.

“Kemampuan kami masih terbatas, dari tim kami masih sedikit, dan anggarannya pun terbatas, sehingga pesertanya juga terbatas,” ujarnya.

Lanjutnya, hasil pengolahan ikan di Lhokseumawe, sudah banyak hal ini dibuktikan dengan banyaknya olahan makanan yang berasal dari ikan, yakni bakso ikan, krupuk ikan, empek-empek.

Dimana, untuk jenis ikannya tidak hanya ikan bandeng dan tuna saja, tetapi ikan lannnya juga ada, maka dari itu kami membuat pelatihan, agar masyarakat bisa bertambah kreatif lagi dengan mengolah ikan untuk industri-industri rumahan,” jelasnya lagi.

Baca Juga  Pengendara Sepeda Motor Tersambar Kereta Api Cut Meutia

Ditambahkannya, dari program ini sudah banyak industri rumahan menghasil keuntungan dari berbagai macam olahan makanan di daerah masing-masing yang sebelumnya dari pemula kini sudah menjadi usaha berkembang.

“Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendengarkan pemateri, tetapi mereka juga diberi kesempatan untuk mempraktekkan langsung pengolahan makanan serta dicoba hal yang baru untuk diproduksikan,” tutupnya.

Salah satu pengusaha industri rumahan di Panggoi Lhokseumawe, Muslina menjelaskan, bahwa ia tidak harus membuka warung untuk berjualan. Meskipun, industri rumahan tapi dirinya bisa menghasilkan rupiah, dengan mengolah ikan menjadi makanan yang disukai banyak masyarakat.

“Dalam satu bulan omset saya mencapai Rp 2 hingga 3 juta dan sudah mempunyai pelanggan ke luar – luar daerah. Jadi ini gunanya pelatihan, agar industri rumahan lebih banyak tau lagi informasi dan cara-cara lain pengolahan ikan dan bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru