oleh

Dinsos Amakan Bocah yang Tidur Beralaskan Kardus di Simpang Empat Bireuen 

PENANEGERI, Bireuen – Dinas Sosial bersama petugas Satpol PP Bireuen mengamankan bocah yang selama ini ikut meminta-mainta dan tidur beralaskan kardus di perempatan Simpang Empat Bireuen.

Selain kedua bocah itu, tim Dinsos dan Satpol PP ikut memboyong orangtua bocah tersebut ke kantor Dinsos setempat.

Sebelumnya, keberadaan anak tersebut sempat dikritisi Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anak Bireuen, Saiful Amri terkait tingginya eksploitasi anak-anak dibawah umur yang dibawa oleh orangtuanya untuk meminta-minta di pusat Kota Bireuen.

Kepala Dinas Sosial Bireuen, Mulyadi SE bersama Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial, Faisal Kamal S Sos didampingi Kasi Pemberdayaan, Ery Syah Reza kepada Penanegeri.com, Minggu (17/5) mengaku, selain mengamankan kedua bocah itu, tim juga ikut memboyong orangtuanya.

“Awalnya kita mengamankan Mardani Ismail warga Simpang Mamplam serta M Dahlan (60), warga Peudada dan keduanya merupakan orangtua kedua bocah tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, M Dahlan selama ini tinggal di rumah kosong, di depan Suzuya Mall Bireuen bersama anak, dan selama ini anaknya diduga mengemis di kawasan itu dan tidur di rumah kardus.

Hasil keterangannya, yang tidur beralaskan rumah kardus dekat median jalan Simpang Empat merupakan anak M Dahlan.

Setelah diamankan, seluruhnya di boyong ke Kantor Dinsos, selanjutnya akan dilakukan pembinaan dan meminta agar tidak membiarkan anaknya mengemis di jalanan.

“Guna mencegah agar anak-anak ini tidak lagi mengemis dijalan, anak ini akan dibina dan orang tuanya juga akan kami pantau,” ungkapnya.

Kata Faisal, hasil pertemuan dengan orang tuanya di Pos Satpol PP, usai lebaran Idul Fitri, dua anak Mardani ini ikut mengemis akan dibawa pulang lagi ke rumah neneknya, karena keduanya masih sekolah.

“Kita juga sudah meminta kepada orangtuanya, M Dahlan, agar mencegah anak untuk tidak lagi mengemis dan tidur di rumah kardus di Simpang Empat,” jelasnya.

Ditambahkan Kasi Pemberdayaan, Ery Syah Reza, pada tahun 2019 lalu, M Dahlan ini sudah pernah ditangkap dan sudah dibantu program pemberdayaan ekonomi dengan merakit becak barang dan diberi timbangan, agar Ia bisa bekerja menjual kardus bekas.

“Penanganan selanjutnya, kedua keluarga yang kita amankan ini akan kita bantu dan mengantar bantuan sembako, serta memastikan usaha yang bisa mendukung ekonomi mereka,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *