oleh

Dinyatakan Bersalah, Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara

PENANEGERI, Jakarta – Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf dinyatakan bersalah dan divonis hukuman 7 tahun penjara serta denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, Senin (8/4).

Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri mengatakan, Irwandi terbukti menerima suap dan grativfikasi secara berkala.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Irwandi Yusuf, telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut, dan menerima gratifikasi berkala,” ucap hakim saat membacakan amar putusan pada sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Irwandi terbukti menerima suap Rp 1,050 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri, agar Irwandi menyetujui program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

“Terdakwa meminta kepada Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri untuk mengawal dana DOKA. Berdasarkan fakta hukum peran Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri telah terpenuhi unsur dilakukan secara bersama-sama,” sebut hakim.

Atas perbuatannya, Irwandi Yusuf terbukti melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sejak Irwandi menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022, Irwandi disebut menerima gratifikasi Rp 8,717 miliar, uang tersebut berasal dari beberapa proyek yang dikerjakan para pengusaha.

Kemudian, bersama orang kepercayaannya, Izil Azhar, Irwandi juga disebut menerima uang gratifikasi dari proyek Dermaga Sabang.

Namun, dalam pertimbangannya hakim menilai gratifikasi lainnya yang diterima Irwandi tidak dapat dibuktikan dalam persidangan karena Izil tidak pernah hadir dalam persidangan.

Pada persidangan itu hakim juga turut membacakan amar putusan terhadap Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri, Keduanya diyakini jaksa merupakan perantara suap untuk Irwandi. Hendri Yuzal divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Teuku Saiful Bahri divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Keduanya dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *