oleh

Dipecat Dari Demokrat, Edi Obama Sujud Syukur

-Aceh-21.836 views

PENANEGERI, Bireuen – Menanggapi pemecatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bireuen, Edi Saputra (Edi Obama) mengaku sangat bersyukur, karena selama ini  ada pihak yang tidak mampu menerima terhadap kritikannya selama ini.

Hal itu dikatakan Edi Obama kepada wartawan, Sabtu (6/10) sore usai pemecatan terhadap dirinya dari Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen.

Bahkan pada akun Facebooknya, Edi Saputra menuliskan, kalau dirinya telah menerima surat Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Bireuen.

“Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan yang luar biasa ini. Semoga Allah SWT segera membalasnya,” sebutnya.

Dikatakan Edi Obama, pemecatan dirinya dari jabatan Ketua DPC Demokrat Bireuen, diduga karena selama ini sikapnya kritis dalam menyampaikan pendapat ke publik, membuat pihak yang merasa dikritik  itu tidak dapat menerima.

“Jujur saja, saya merasa sangat senang, bersyukur dan bangga dipecat dari Ketua DPC Demokrat Bireuen. Setidaknya masyarakat bisa menilainya sendiri, dimana sebuah partai besar itu memperlakukan kadernya yang kritis, berani menyampaikan sebuah kebenaran,” ujar Edi Obama.

Edi juga menambahkan, dirinya tidak menjadi beban serta  masalah sedikit-pun karena dipecat dari Ketua DPC Demokrat Bireuen.

Dikatakannya, selama ini bukan Partai Demokrat yang membesarkan namanya, namun Edi Obama mengklaim, dirinya-lah yang telah membesarkan partai bersama kader serta seluruh simpatisannya di Kabupaten Bireuen.

“Sebelum saya menjabat sebagai Ketua Demokrat Bireuen. Partai Demokrat Bireuen kondisinya dalam keadaan konflik internal. Hal tersebut disebabkan adanya ketidakadilan keputusan pimpinan, contohnya seperti kondisi yang saya alami saat ini,” terangnya.

Ditegaskan Edi, pada dasarnya politik itu tidak kejam, namun oknumlah yang salah dalam menjalankan roda politiknya, begitu juga yang sekarang terjadi di Partai Demokrat Aceh, sementara semuanya diam dan bungkam dengan kondisi itu.

Edi juga sempat menulis dalam akun Facebooknya, kalau anda pintar-pintar dengan cara begini, yakinlah posisi akan aman. Tapi maaf saya masih belum bisa, jadi wajar saja saya bisa kehilangan jabatan. Bagi saya itu bukanlah suata masalah.

“Yang jadi masalah adalah, ketika kita menyalahkan yang benar, dan membenarkan yang salah,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru