oleh

Direktur RSUD Bireuen : Bila Ada Tenaga Kontrak Mogok, Konsekuensinya Dikeluarkan

PENANEGERI, Bireuen – Menyahuti hasil kesepatan yang mengambang saat pertemuan antara tenaga kontrak di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen dengan Pemkab Bireuen serta DPRK setempat.

Tenaga kontrak rumah sakit plat merah itu berencana ikut mogok atau tak masuk kerja usai pertemuan di Oproom Pendopo Bupati, Senin (17/2) sore, hingga adanya mediasi kembali dengan pemkab Bireuen atau pihak manajemen rumah sakit.

Menanggapi adanya isu mogok dari tenaga kontrak, manajemen rumah sakit Bireuen kemudian mengeluarkan surat edaran Direktur, Nomor :445/314/2020 tentang tindakan tegas terhadap mereka.

Dalam surat edaran itu disebutkan, sehubungan hasil kesepakatan rapat antara legislatif, eksekutif, perwakilan tenaga kontrak dan manajemen rumah sakit pada, Senin 17 Februari 2020 di Oproom Bupati Bireuen.

Maka dengan ini kami sampaikan semua tenaga kontrak/tenaga honorer wajib masuk dinas/melaksanakan tugas sebagaimana biasa sesuai jadwal yang berlaku.

Ditegaskan dalam surat itu, apabila tidak mengindahkan surat edaran tersebut, maka akan diambil tindakan tegas atau dikeluarkan.

Baca Juga  Penebang Kayu di Aceh Utara Meninggal Akibat Tertimpa Pohon

Surat daran itu ditandatanangi Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS, dengan tembusan Plt Bupati Bireuen dan Ketua DPRK Bireuen.

Dibagian lain, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya membenarkan kalau pihaknya mengeluarkan surat edaran tersebut.

“Ya, itu keputusan yang sulit kita ambil, tapi tetap harus dilakukan. Hal ini kita lakukan mengingat pasien dan pelayanan rumah sakit harus terus tetap berjalan,” sebutnya.

Tenaga kontrak, tambahnya, juga sempat mogok kerja sejak pertemuan kemarin, sehingga pasien ikut terlantar di rumah sakit

Diakui Mukhtar, pasca beredarnya edaran tersebut, tenaga kontrak di rumah sakit yang mogok itu sudah masuk kerja lagi, sebagian telah bekerja seperti biasa guna melayani pasien.

“Menyangkut surat edaran yang kami keluarkan ini juga telah kami disampaikan kepada Pak Sekda,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru