oleh

Disporapar Aceh Utara Klarifikasi Kasus PPKL

-Aceh-62 views

PENANEGERI, Aceh Utara –  Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Aceh Utara mengklarifikasi polemik kegiatan Pemuda Pelopor Keamanan Lingkungan (PPKL). Disporapar Aceh Utara menegaskan anggaran untuk kegiatan tersebut dikelola langsung oleh Dispora Aceh.

“Itu punya Dispora Aceh. Semua tidak diberikan kepada kita, termasuk PPTK tidak ada di kita. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan uang saku Rp 300 ribu untuk tiga hari, kemudian baju, celana training dan sepatu. Uang saku ditransfer ke peserta lewat rekening,” kata Kepala Disporapar Aceh Utara, Mawardi saat menghubungi Penanegeri.com, Sabtu (8/12).

Mawardi mengaku sebelumnya salah satu pejabat Disporapar Aceh Utara pernah meminta kepada Dispora Aceh kegiatan PPKL tersebut dikelola olehnya, namun tidak diberikan. Sehingga kegiatan itu dikelola langsung oleh Dispora Aceh. Namun, kata dia, untuk perekrutan peserta diserahkan kepada Disporapar Aceh Utara.

“Kemarin itu keributan. Tetapi bukan keributan, ada beberapa peserta itu yang menanyakan terkait pembagian makanan. Peserta kegiatan itu merupakan pemuda dari beberapa forum seperti KNPI, IPAU dan lainnya. Kita minta pelopor sama mereka karena kita kan pelopor itu tidak mungkin bisa kita jangkau semua,” kata Mawardi.

Baca Juga  Ini Penjelasan PT PIM Soal Kelangkaan Pupuk di Aceh

Mawardi mengakui permasalahan pada kegiatan tersebut muncul karena terlambatnya pembagian pakaian kepada peserta dan akomodasi makanan. Peralatan pakaian PPKL tiba di Aceh Utara pada tanggal 26 November, sedangkan akomodasi makanan juga demikian.

“Waktu kisruh itu saya tidak di lapangan. Ada Kabid saya yang tangani. Rupanya kisruh itu ada beberapa pemuda yang lapor ke Humas Aceh Utara. Saya katakan, jumpai saya saja karena masalah itu hanya pada pembagian logistik. Lain tidak ada masalah,” tukasnya.

Mawardi menolak jika dirinya disebut menghambur-hamburkan uang negara untuk pelaksanaan PPKL itu. Dia kembali menegaskan bahwa kegiatan itu digelar oleh Dispora Aceh di beberapa titik di Aceh Utara untuk selama tiga hari.

“Satu hari acara pelatihan di hotel dan di tempat lainnya, dua hari lagi di lapangan. Jadi sekali lagi, ini bukan salah kita tapi salah Provinsi tidak menyalurkan logistik sesuai perjanjian pada tanggal 26. Seharusnya pada tanggal 26 logistik sudah sampai, karena kegiatan tanggal 27. Ternyata ini logistiknya tiba tanggal 28, itulah muncul permasalahannya,” jelas Mawardi.

Baca Juga  Besok, Komisi I DPRA Tinjau Aceh Malaka

Mawardi menambahkan, saat ini Disporapar Aceh Utara juga sedang mencari solusi terkait proses penyaluran uang saku kepada peserta lewat rekening masing-masing agar tidak lagi menimbulkan permasalahan nantinya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pemuda sebagai peserta kegiatan PPKL itu memprotes cara Disporapar Aceh Utara dalam menyalurkan logistik dan uang daku. Bahkan peserta menuding kegiatan itu hanya menghambur uang negara, apalagi jumlahnya lebih dari Rp 1 Miliar untuk pelaksanaan kegiatan selama tiga hari.

Komentar

Berita Terbaru