oleh

Dr Jonni Mardizal : Pemerintah Daerah Bertanggungjawab Terhadap Olahraga

PENANEGERI, Bireuen – Gala Desa yang digelar ini merupakan program Kemenpora  RI dengan tujuan membangkitkan gelora olahraga untuk Indonesia yang dirintis mulai desa dengan tujuan tahun 2020 atlet Indonesia bisa sukses di Olimpiade.

“Untuk memajukan dan membangkitkan kembali olahraga di tanah air, maka semua komponen harus mendukung pembinaan olahraga, terutama pemerintah daerah,” demikian dikatakan staf Ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif, Dr Jonni Mardizal saat membuka Gala Desa, di Lapangan Blang Asan, Peusangan, Bireuen, Jumat ( 30/11).

“Warga Bireuen harus berbangga, dari 514 kabupaten/kota di Indonesi, 126 yang terpilih, salah satunya Kabupaten Bireuen sebagai daerah yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Gala Desa 2018,” tambahnya.

Menurut Jonni Mardizal, hasil tim Indonesia di Asian Games yang menduduki peringkat 4 besar, dan di Asian Para Games urut 5 besar, maka kita yakin Indonesia akan bisa berprestasi di Tokyo.

Untuk itu, lanjutnya, mari sama-sama kita mendukung program Kemenpora, memajukan olahraga mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Sehingga Indonesia bisa tampil mengubah peringkat ditingkat Asia dan Asia Tenggara.

“Kemenpora juga berharap, pemerintah daerah terus menggalakkan serta mendukung, dapat menghidupkan olahraga di daerah, harus mampu membina atlet dan memperhatikan mereka bersama, sehingga atlet terus berprestasi,” sebutnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi X, Anwar Idris dalam arahannya mengatakan, Gala Desa yang dilaksanakan di kecamatan hari ini, merupakan even nasional dan merupakan program Kamenpora melalui anggaran APBN.

“Namun saya merasa sedih, dimana saat even PORA baru-baru ini, Bireuen berada di peringkat ke 19, dan ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Bireuen, sehingga empat tahun kemudian prestasi Bireuen bisa masuk 5 besar,” katanya.

Anwar Idris yakin, Pemkab Bireuen akan serius dan terus membina olahraga secara berkelanjutan, dengan dukungan pihak DPRK.

“Salah satu penyebab merosotnya olahraga di Bireuen karena telah dileburnya Dispora, sehingga tidak ada lagi pembinaan secara teratur dan bekesinambungan, untuk itu tahun 2019 ini, Bireuen harus ada Dispora,” tegasnya.

Selama Gala Desa, penitia mempertandingkan 4 cabang olahraga yakni sepakbola, bola voli, bulu tangkis dan tenis meja yang diikuti dari 17 kecamatan.

Sementara, pertandingan pembukaan, Jumat (30/11) sore, panitia melaksanakan pertandingan sepakbola antara Peusangan melawan Jeunieb, khusunya tingkat pelajar.

Komentar

Berita Terbaru