oleh

Dra Irmayani : Sate Matang Destinasi Wisata Kuliner Bireuen Memiliki Potensi Ekonomi

PENANEGERI, Bireuen – Digelarnya Festival Sate Matang yang dikenal masyarakat luas, salah satu pilihan Disbudpar Aceh, guna melestarikan kuliner khas ini menjadi lebih terkenal.

Hal itu dikatakan Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Dra Irmayani kepada wartawan usai pembukaan Festival Sate Matang, di Lapangan Galacticos, Bireuen, Sabtu (30/3).

“Dengan kegiatan ini kita berharap dapat memacu potensi ekonomi masyarakat di sektor potensial, termasuk program pengembangan wisata, guna menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung ke Aceh, terutama di Bireuen,” katanya.

Untuk mengujudkan hal ini, maka pihak Disbudpar Aceh berkomitmen kuat bertekad mengangkat objek destinasi wisata kuliner Bireuen menjadi salah satu makanan unggulan di Aceh.

“Selama ini, sate Matang ini sudah dikenal luas oleh masyarakat juga dapat mendongkrak potensi ekonomi bagi pelaku bisnis kuliner ini, disamping melestarikan kekayaan khasanah budaya Aceh asal Kabupaten Bireuen,” terangnya.

Dikatakan Irmayani, anggaran kegiatan Festival Sate Matang ini dianggarkan oleh Provinsi sebesar Rp 500 juta. Tujuan utama dengan ajang ini akan lahir putaran ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Bupati Bireuen Minta Kepala Sekolah “Bek Meukeuliep”

“Para pedagang yang selama ini ikut membuka usaha maka bisa mendapat pemasukan dari hasil penjualan sate, maupun makanan lainnya selama pameran kuliner ini digelar,” terangnya.

Festival Sate Matang ini diikuti 11 pedagang sate, 13 pedagang Peunajoh (kue khas Aceh), selanjutnya besok, Minggu (31/3) ajang yang sama akan diikuti oleh 38 sekolah peserta, lomba menusuk serta membakar sate.

Komentar

Berita Terbaru