oleh

Drone Iran Ditembak jatuh AS di Suriah

PENANEGERI, Desk Internasional- Sebuah jet tempur F-15E Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone pro-pemerintah Suriah di dekat At Tanf, Suriah, pada hari Senin (19/6) lalu, pihak Militer AS mengatakan drone yang ditembak jatuh adalah pesawat drone bersenjata buatan Iran.

Pesawat drone tak berawak itu jatuh tepat di luar zona de-confliction sepanjang 55 kilometer di sebelah tenggara Suriah.

Drone tersebut dikenali adalah sebuah Shahed buatan Iran 129 dan dianggap bersenjata.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan bahwa pesawat tak berawak tersebut ditembak jatuh karena “dinilai sebagai ancaman.”

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis juga mengatakan bahwa drone itu memiliki “dirty wing”, yang berarti drone itu itu dipersenjatai.

“Saya dapat mengatakan bahwa itu adalah pesawat tak berawak buatan Iran,” kata Davis, menolak untuk menebak siapa yang mengoperasikannya.

Pentagon mengatakan pesawat F-15 AS, yang terbang di atas wilayah Suriah, menembaki pesawat tak berawak tersebut setelah menunjukkan niat bermusuhan dan tetap terbang maju pada posisi pasukan koalisi AS.

Daerah drone tersebut jatuh di bagian tenggara Suriah yang baru-baru ini diidentifikasi sebagai prioritas militer oleh Damaskus, dan sangat penting bagi Iran karena berusaha untuk mengamankan koridor darat antara pasukan yang didukungnya di Suriah dan Irak.

Pesawat drone tak berawak Iran yang ditembak jatuh di gurun Suriah pada saat itu, type Shahed-129, sebuah tambahan yang relatif baru untuk persenjataan drone Iran yang substansial.

Pentagon mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui siapa yang mengoperasikan pesawat drone tak berawak yang ditembak jatuh selama dua minggu terakhir namun mengatakan bahwa Iran telah menyediakan tipe pesawat drone tak berawak ini ke rezim Suriah dan milisi Syiah Libanon, Hizbullah.

Namun pejabat AS mengatakan bahwa unit Korps Garda Revolusioner Islam Iran (Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps -IRGC) diketahui berada di daerah tersebut.

Dalam konflik yang mirip benang kusut di Suriah, beberapa pihak terlibat saling dukung dan saling perang satu sama lain di Suriah.

Dalam beberapa pekan terakhir, pesawat tempur koalisi pimpinan AS menyerang pasukan pemerintah   Suriah pimpinan Bashar al Assad untuk mencegah mereka maju dari garnisun Al-Tanf di tenggara Suriah di sebuah tempat di mana perbatasan negara tersebut bertemu dengan Irak dan Yordania. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *