oleh

Drone Laut Diduga Milik China Ditemukan Nelayan di Perairan Bintan

PENANEGERI, Bintan – Sebuah Drone laut yang diduga milik China ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan Pulau Tenggel Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, hari Sabtu (23/3/2019) pagi. Benda ini sempat dikira torpedo, karena bentuknya yang mirip.

Penemuan benda asing ini sontak membuat heboh warga sekitar, serta kabar seputar penemuan itu tersebar ke mana-mana.

Yuyudsiman, pemuda asal Pulau Tenggel mengatakan benda asing tersebut ditemukan oleh kawannya yang bernama Hardi.

“Kawan saya menemukan benda itu saat pulang cari sotong sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Yuyudsiman dikutip dari laman Tribunbatam.id.

Pria itu kemudian mengirimkan beberapa video dan foto terkait benda asing tersebut.

Badan benda itu mirip dengan pesawat tanpa awak atau torpedo. Di sisinya ada tulisan bahasa asing.

Hardi, nelayan pulau Tenggel yang tinggal di RT 9 yang pertama kali menemukan benda mirip torpedo tersebut.

Hardi menjumpai benda tersebut sekitar pukul 06.00 WIB.

Hardi awalnya pulang dari mencari sotong di laut, dan saat hendak ke pantai, mendadak ia menemukan benda aneh mengapung di laut.

Ia pun penasaran terhadap benda tersebut karena mirip semacam semacam torpedo yang biasa disaksikan di televisi.

Ia pun mencoba menggiring benda tersebut ke darat. Dalam bahasa setempat disebut dengan ditonda.
Hardi pun memberitahukan penemuan benda tersebut ke warga. Salah satunya kepada Yuyud Siman, seorang guru di pulau Tenggel.

Yuyud pun penasaran dengan benda yang ditemukan Hardi. Ia menduga benda tersebut semacam bom roket.

“Jadi barang itu dia (Hardi) jumpa saat pulang mencari sotong, kemudian ditonda dia, kalau kita orang di sini istilahnya ditonda (semacam digiring) dengan sampan. Sampai kita di sini (di darat), dia bilang, pak, ada barang antik ni, saya pun mencoba lihat, begitu saya lihat, eh ini bom saya bilang itu, kalau dilihat dilihat,”kata Yuyud Siman dikutip dari laman Tribunbatam.id.

Penasaran, Yuyud pun mencoba mencari informasi dengan membuka google.

Ia ingin tahu sebetulnya benda apa yang ditemukan Hardi tersebut.

Apalagi di tengah benda ada tulisan berakasara mirip aksara Cina berwarna biru.

Menurut informasinya, warga sempat memanggil orang Tionghoa yang bisa membaca aksara Cina.
Ada tulisan seperti Institut Senyang China.

“Dia (benda mirip torpedo) itu bahasa Chinanya itu ‘sayap laut’, ada sayap laut.”kata Yuyud.
Penemuan benda tersebut akhirnya sampai di telinga pihak kepolisian dan kecamatan.

Camat Bintan Pesisir Zulkhairi dikonfirmasi Tribun mengatakan, begitu mendengar informasi adanya temuan benda oleh nelayan langsung meminta agar kepala Desa Kelong atas nama Alimin mengecek ke lokasi.

“Pak Kades Kelong langsung ke sana (lokasi), saya tugaskan untuk selesaikan,”kata Zulkhairi.
Benda tersebut pada pukul 13.00 WIB sudah tak ada lagi di tempatnya.

Namun lokasi penemuan hingga saat ini masih terdapat garis polisi atau police line.

Personel kepolisian dari Polsek Bintan Timur dibantu anggota TNI telah mengevakuasi benda tersebut ke Polsek Bintan Timur di Kijang dengan menggunakan kapal Speed Boat.

Benda aneh yang ditemukan nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/3/2019), ternyata drone laut.

Kepastian benda tersebut merupakan drone laut disampaikan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Brimob Polda Kepri.

“Itu bukan rudal, tetapi drone laut, yang biasanya digunakan untuk penelitian bawah laut,” kata Boy, melalui sambungan selulernya, Minggu (24/3/2019).

Menurut Boy, drone laut itu buatan dari negeri Tirai Bambu, hal ini terlihat dari badan drone yang terdapat tulisan aksara China.

Benda aneh yang ditemukan nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/3/2019) siang kemarin, yang sempat diduga rudak ternyata drone laut.

Diyakini, asal-usul drone tersebut dari salah satu lembaga penelitian yang juga berasal dari China.

“Hasil pengecekan juga menyebutkan drone ini buatan China. Mungkin lembaga penelitian dari China melakukan penelitian namun hanyut sampai ke laut kita, yakni Pulau Tenggel,” ujar dia.

Saat ini, drone laut itu masih berada di Sat Brimob Polda Kepri dan belum tahu akan diapakan nantinya.
Boy berharap agar warga Bintan tidak cemas karena benda aneh yang sempat diduga rudal tersebut hanyalah benda biasa yang sudah tidak berfungsi lagi.

“Kalau memang harus dimusnahkan, nanti akan dimusnahkan. Yang jelas benda itu hanyalah drone laut,” ujar dia. (*/Tribun/Red)

 

Komentar

Berita Terbaru