oleh

DSI Aceh Tamiang Jaring 52 Orang Berpakaian Pendek dan Ketat

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Petugas gabungan yang terdiri atas Dinas Syariat Islam (DSI), Satpol PP dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Tamiang di diback up polisi dan polisi militer (PM) setempat menjaring 52 (lima puluh dua) orang kaum laki-laki dan perempuan dalam razia busana/pakaian ketat dan pendek yang digelar, diruas jalan dua jalur tepatnya di depan Gapura Kompleks Perkantoran Bupati Aceh Tamiang, Karang Baru, Selasa (16/5). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah.

AmatanĀ Penanegeri.com, puluhan pengendara sepeda motor yang melintas dari arah Langsa dan Kuala Simpang baik laki-laki dan perempuan banyak yang terjaring razia. Bagi kaum hawa, meski telah memakai jilbab namun tetap dirazia petugas karena menggunakan celana jeans dan baju ketat. Mereka tampak gugup saat dihampiri petugas berseragam, karena mereka tidak berbusana santun saat berada diluar, seperti tidak memakai jilbab, serta berpakaian ketat dan tipis.

Sedangkan bagi kaum laki-laki yang memakai celana pendek juga distop oleh petugas. Mereka yang melanggar diberi periangatan langsung serta membuat surat pernyataan, kedepan wajib mematuhi aturan Syariat Islam yang berlaku di bumi Serambi Mekkah, Aceh.

Baca Juga  9 PNS Terjaring Razia Satpol PP Aceh Tamiang

Kepala DSI Aceh Tamiang, Saiful Umar disela kegiatan razia kepada awak media menjelaskan, razia busana ketat tersebut akan rutin dilakukan selama bulan puasa 2017 mendatang dalam rangka menegakkan Qanun Aceh Nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayah Penegakan dan Pembinan Syariat Islam di Aceh.

Razia yang turut melibatkan Satpol PP dan WH, Polisi dan PM ini bertujuan untuk mengingatkan dan menghimbau masyarakat khususnya Aceh Tamiang sadar akan kewajiban berpakaian cara Islam sesuai dengan ketentuan dan peraturan Syariat di Aceh.

“Terutama menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu menutup auratnya sesuai ajaran Islam,” terangnya.

Pihaknya menerangkan, razia busana dilakukan dua kali dalam sehari dan berada di dua titik sentral yakni, pagi di Karang Baru dan sorenya digelar dikawasan Kota Kuala Simpang.

“Semoga dengan ini tumbuhnya kesadaran kaum hawa untuk berpakaian sopan, cantik, islami dan tidak mengumbar aurat saat berada diluar maupun ditempat umum lainnya,” harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Wilayatul Hisbah DSI Aceh Tamiang, Ayub, MH.SAg menjelaskan, bagi pelanggar yang terjaring razia, selain namanya didata, mereka juga dianjurkan mengisi formulir pernyataan pelanggaran yang disediakan oleh petugas.

Baca Juga  9 PNS Terjaring Razia Satpol PP Aceh Tamiang

“Sedikitnya ada 52 orang yang terjaring razia karena melanggar ketentuan Syariat Islam, pakai busana ketat dan mengumbar aurat baik laki-laki dan perempuan mereka sudah kita data,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada kaum perempuan untuk tidak memakai baju dan celana ketat serta pakaian transparan sehingga terlihat lekuk dan bentuk tubuhnya.

Sementara bagi pelanggar laki-lakinya juga tidak dibenarkan mengenakan celana ponggol/pendek saat berada diluar. Kecuali sedang berolah raga.

“Bagi kaum hawa yang memperlihatkan bentuk tubuhnya karena berpakaian ketat dikhawatirkan dapat mengancam dirinya sendiri dari pelecehan seksual,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru