oleh

Dua Kapal Ikan Malaysia Ditangkap, Salah Satunya Pernah Ditangkap di Belawan

PENANEGERI, Banda Aceh – Dua kapal ikan asing berbendera Malaysia ditangkap Kapal Patroli (KP) Hiu 12 milik PSDKP yang dinahkodai Kapten Novri Sagiang, Sabtu (2/2) lalu.

Kedua kapal ikan asing yang diketahui bermuatan ikan campuran ini ditangkap di kawasan perairan Selat Malaka hingga akhirnya dilabuhkan di Pelabuhan PPS Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (6/2).

Kapal ikan asing asal negara jiran Malaysia itu bernama KM KHF 1980 dengan alat tangkap ikan berupa pukat trawl yang dinahkodai oleh Suriyon Jannok (39) beserta lima orang ABK nya.

Sementara kapal satunya bernama KM KHF 2598 yang juga memiliki alat tangkap pukat trawl yang dinahkodai Winai Bunphichit (40) beserta empat ABK nya. Seluruh penghuni kedua kapal Malaysia itu merupakan warga asal Thailand.

Salah satu kapal, diketahui pernah ditangkap di kawasan Belawan, Sumatera Utara kemudian dibeli lagi oleh pemilik yang sama.

“Informasi awalnya begitu, tetapi belum bisa dipastikan betul. Satu kapal ini pernah ditangkap di Belawan,” ujar Kepala PSDKP Lampulo, Basri, Rabu (6/2).

Menurut Basri, ketika ditangkap di kawasan Belawan, kapal itu dilelang setelah dilakukan proses hukum, namun kapal itu dibeli lagi oleh pemilik yang sama.

“Satu kapal ini pernah dilelang dan dibeli lagi oleh pemilik disana, inilah suatu kendala yang harus kita koordinasikan untuk tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi. Kita tangkap kemudian kapal dipakai lagi oleh pemiliknya untuk mencuri, makanya keputusan Ibu Susi selaku Menteri KKP untuk tenggelamkan itu sudah tepat,” ungkapnya.

Hingga kini kapal tersebut masih dalam proses lebih lanjut pihak berwajib karena diduga telah melanggar batas wilayah penangkapan ikan tanpa izin resmi. Bahkan, kedua kapal ini berlayar tanpa izin dan dokumen resmi dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Disisi lain, penenggelaman kapal pencuri ikan, menurut Basri dinilai efektif untuk mencegah para mafia kelautan itu kembali beraksi di kawasan perairan Indonesia, khususnya Aceh.

“Sehingga nantinya kapal itu tidak dapat digunakan kembali untuk melakukan kejahatan yang sama,” tandasnya.

Para nahkoda kapal beserta seluruh ABK kapal itu pun kini masih ditahan di Kantor PSDKP Lampulo untuk diproses lebih lanjut.

Berikut nama-nama para nahkoda dan ABK kapal KHF 1980 masing-masing, Suriyon Hanbok (39) nahkoda, Samai Rueangchana (53) ABK, Buaian Onnae (50) ABK, Suban Laochan (44) ABK dan Songsong Jaisuetrong (53) ABK.

Sedangkan nahkoda dan ABK kapal KHF 2598 yakni, Winai Bunphichit (40) nahkoda, Wan Dander (41) ABK, Anuson Ananprichakun (49), ABK dan Aphairat Jitkong (44) ABK.

Komentar

Berita Terbaru