oleh

Dua Kasus Penipuan Bermodus Jadikan Pegawai di Aceh Ditangani Polisi

-Aceh-61 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Pihak kepolisian menangkap seorang pelaku penipuan dengan modus dapat menjadikan korbannya sebagai pegawai honorer di Kantor Gubernur Aceh. Pelaku ditangkap beberapa hari lalu setelah dilaporkan oleh korban ke polisi.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial RS (33) Pengangguran, warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

“Ia menipu korbannya dengan modus bisa menjadikan orang sebagai pegawai honorer di Kantor Gubernur. Hal itu dilakukan pada 14 Maret sore lalu di kawasan Simpang Surabaya, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh,” ujarnya Selasa (19/3).

Korban diketahui sebagai seorang karyawan BUMN yakni Desna Fajar (34), warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Saat itu, ia berniat memasukkan dua orang adik laki-lakinya untuk dapat bekerja di Kantor Gubernur sebagai pegawai honorer seperti apa yang dijanjikan pelaku.

“Antara korban dan pelaku kenal, pelaku pun menawarkan hal itu meminta sejumlah uang kepada korban sebagai pelicin. Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut, nanti akan kita informasikan perkembangannya,” jelas Direktur.

Baca Juga  Dua Unit Toko Penjahit di Cot Tarom Bireuen Terbakar

PNS Ditangkap

Sementara, seorang PNS di Kesbangpol Banda Aceh berinisial IY (36), warga Ulee Kareng juga ditangkap polisi. Pasalnya, ia melakukan penipuan dan penggelapan dengan menjadi seorang calo PNS.

“Ditangkap 5 Maret lalu dan sejak tanggal 6 Maret lalu sudah ditahan. Kasusnya pun masih dalam penanganan lebih lanjut,” kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Pelaku ditangkap atas laporan tiga orang korbannya yang diketahui bernama Maria Ulfa (29), pegawai kontrak KKR, warga Peukan Bada serta Fitri Sufra (29) dan Darnelly (29), pegawai honorer salah satu PAUD yang merupakan warga Lhoknga dan Lampenurut, Aceh Besar.

“Juli 2018 lalu di kawasan Jeulingke, pelaku menjanjikan dapat membuat korban diangkat menjadi PNS tahun 2018. Ketiganya diminta uang pelicin senilai Rp 86 juta, namun yang dijanjikan tidak pernah terwujud,” ungkapnya.

Direktur menambahkan, uang yang diberikan oleh ketiga korban pun digunakan pelaku untuk mengembalikan uang korbannya yang lain yang juga pernah dijanjikan untuk diangkat jadi PNS.

“Saat ini masih ditangani lebih lanjut,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru