oleh

Dua Kurir dan Pengedar Ganja di Bireuen Ditangkap Saat Nunggu Bus

PENANEGERI, Bireuen – Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Gandapura, Kabupaten Bireuen berhasil menangkap dua kurir juga pengedar ganja di dua lokasi terpisah.

Kedua pelaku yang berhasil diamankan yakni, MR (18) warga Desa Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, Bireuen. Ia ditangkap, di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Simpang Pulo Awe, Kutablang, Bireuen, Senin (28/1) lalu sekira pukul 05.00 WIB.

Dihari yang sama polisi juga mengamakan tersangka, AK (27) warga Desa Blang Keudee, Kecamatan Gandapura dan Ia ditangkap, di Desa Lingka Kuta Gandapura, Bireuen, sekira pukul 20.00 WIB.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kapolsek Gandapura, Ipda Melisa S. Tr.K kepada wartawan, Kamis (7/2) megatakan, tersangka MR ditangkap saat sedang menunggu bus dan rencananya akan membawa peket ganja tersebut.

“Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan satu tas ransel hitam merek raptor dan berisikan 7 bal narkotika jenis ganja, terbungkus lakban serta satu buah kardus kotak kopi merek Indocafe, berisi 9 bal diduga ganja terbungkus dengan lakban cream,” terangnya.

Menurut Melisa, seluruhnya narkotika jenis ganja yang disita di tangan MR sebanyak 16 bal, dengan berat mencapai 13.592 gram.

Baca Juga  Seribuan Massa Hadiri Aksi Pemenangan Jokowi

“Di samping ganja tersebut kita juga menyita uang tunai sebesar Rp 209.000, dan satu lembar kartu ATM BRI warna biru juga septong baju miliknya dalam tas,” lanjutnya.

Kemudian, pihaknya menangkap AK yang sebelumnya sempat melarikan diri. Ia  ditangkap saat hendak membawa narkotika jenis ganja ke Pekanbaru, Riau dengan menggunakan angkutan umum L300.

Menurut keterangan AK sendiri, ganja tersebut dibawa atas suruhan Saiful alias Pon, warga Sawang, Aceh Utara.

“Tersangka AK ini tidak pernah bertemu langsung dengan Pon, namun Ia hanya berkomunikasi lewat Hp. Sedangkan ganja tersebut diperoleh tersangka dari temannya Pon di daerah Sawang sehari sebelum ditangkap,” jelasnya.

Bila seluruh ganja ini sampai ke Pekanbaru, tambah Melisa, maka tersangka AK ini akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 6 juta.

“Pengakuan AK sendiri, Ia sudah sering membawa ganja ke Pekanbaru, juga ke Padang, Sumatera Barat, bahkan hingga  hingga ke Lampung dengan menggunakan jalur darat,” sebutnya.

Atas perbuatanya, kedua tersangka ini dikenakan  Pasal 111 Ayat (2) Jo 115 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Komentar

Berita Terbaru