oleh

Dua Oknum Pendidik di Lhokseumawe Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

PENANEGERI, Aceh Utara – Penyidik Polres Kota Lhokseumawe, menetapkan M (26) dan A (45) sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak didiknya.

Kapolres Kota Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan di dampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, dalam konferesi pers di Mapolres setempat, Kamis (11/7) menyebutkan, M dan A ditetapkan tersangka sejak 8 Juli dan 9 Juli mulai ditahan.

“Penetapan tersangka ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan terhadap saksi korban, tersangka dan termasuk menggelar ekpos dengan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Kota Lhokseumawe,” jelasnya.

Kasus tersebut terbongkar setelah adanya salah satu orang tua korban melaporkan ke polisi pada 29 Juni 2019 atas apa yang menimpa anaknya. Sejauh ini sudah 5 korban melapor dan diduga masih ada korban lainnya.

Hasil pemeriksaan polisi, pelecehan ini diduga dilakukan lebih dari satu kali terhadap korbannya dan mulai dilakukan sejak September 2018, dengan lokasi di sebuah tempat pendidikan di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang dipimpin A, sementara M sebagai salah satu pendidik.

Baca Juga  Aksi Maling Resahkan Warga di Gandapura Bireuen 

Dijelaskan, korban rata-rata berusia antara 13 tahun hingga 14 tahun. Pinyidik juga sudah mendatangkan Psikolog dari Banda Aceh untuk memeriksa kondisi mental para korban dugaan pelecehan seksual ini.

Atas kasus tersebut, tersangka disangkakan dengan pasal 47 Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Ancaman pidananya, yaitu cambuk paling banyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan,” tandas kapolres.

Komentar

Berita Terbaru