oleh

Dua Pegawai PN Jaksel Ditangkap KPK

PENANEGERI, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua pegawai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (21/8) siang.

Salah satu pegawai PN Jaksel yang ditangkap berinisial TMZ, berprofesi sebagai panitera pengganti.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan I Made Sutrisna mengatakan, selain panitera pengganti berinisial TMZ, penyidik KPK juga mengamankan pegawai lain.

Humas PN Jakarta Selatan, I Made Sutrisna, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Namun dia belum bisa memastikan terkait kasus apa panitera pengganti dan karyawan honorer PN Jaksel itu ditangkap KPK.

Made mengaku belum mengetahui kasus yang melatari hingga keduanya ditangkap. Ia belum mendapatkan keterangan resmi dari KPK.

Penyidik KPK yang diperkirakan berjumlah sekitar 8-10 orang itu sebelumnya mengamankan seorang staf honorer berinisial T.

Selanjutnya, para penyidik KPK kemudian bergerak mengamankan panitera pengganti yang berinisal TMZ.

Kebetulan kedua pegawai PN Jaksel ┬áini berinisial sama-sama berinsial nama depan ‘T’.

Selain menangkap panitera pengganti, tim penyidik KPK juga menyegel satu unit mobil yang terparkir di halaman PN Jakarta Selatan.

Penyidik KPK menyegel mobil Honda HR-V hitam bernomor polisi B 160 TMZ yang diparkir di Halaman PN Jakarta Selatan.

Setelah melakukan penangkapan terhadap dua pegawai tersebut, KPK sempat kembali ke ruangan panitera pengganti yang ada di sebelah ruang tahanan.

Penyidik KPK lalu melakukan penyegelan terhadap meja dan lemari kerja TMZ.

Menurut Made, mobil tersebut milik TMZ. Penyidik juga menggeledah ruangan TMZ saat dilakukan penangkapan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum memberikan keterangan resmi soal penangkapan itu.

Namun, dari data yang diperoleh, dalam operasi penaangkapan oleh KPK dalam kasus ini, juga ikut ditangkap 2 (dua) orang pengacara. Jadi total yang ditangkap ada 4 (empat) orang yakni 2 (dua) dari pegawai PN Jaksel dan 2 (dua) lagi adalah advokat atau pengacara. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *