oleh

Dua Penyedia Tempat Judi Online Dicambuk 22 Kali

PENANEGERI, Langsa – Dua penyedia tempat judi online dieksekusi cambuk sebanyak 22 kali setelah dipotong masa tahanan, Jumat (22/11) di Tribun Lapangan Merdeka Langsa.

Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM mengatakan, kali ini yang dicambuk dua orang penyedia tempat/penyedia fasilitas judi online, mereka masing masing dicambuk 22 kali di depan umum.

Adapun identitas pelaku penyedia fasilitas/tempat judi online yang dicambuk itu yakni, Fachrurazi Bin Tarmizi (31) warga Kecamatan Langsa Kota, dan Ali Akbar bin Samsul Bahri (35) warga Kecamatan Langsa Barat.

Dijelaskan, berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Langsa Nomor 09/JN/ 2019/ MS.Lgs tanggal 20 November 2019, terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah penyelenggaraan, menyediakan fasilitas maisir (judi online), melanggar Pasal 20 Qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat mereka masing masing dicambuk 22 kali cambuk di depan umum.

Lanjutnya, para pelaku penyedia fasilitas judi online itu ditangkap oleh Polres Langsa bersama Wilayatul Hisbah (WH) dua bulan lalu di sebuah Warung Internet (Warnet) dalam wilayah Kota Langsa.

Baca Juga  Cut Zuhra Siap Tampil di Top 6 Besar┬áLIDA Indosiar

“Keduanya dua bulan lalu telah ditahan baik di tahanan Polres Langsa maupun di lembaga pemasyarakatan. Hari ini mereka kita cambuk, mudah mudahan menjadi pelajaran dan i’tibar kepada mereka dan kepada masyarakat pada umumnya, “jelas Ibrahim Latif.

Ia juga menambahkan, pihaknya maupun pihak Polres Langsa, Kejari, dan Mahkamah Syar’iyah terus berupaya melakukan eksekusi cambuk secara profesional dan proporsional dan kita tidak tebang pilih.

“Siapapun yang bersalah, melanggar syari’at Islam, cukup barang bukti pasti kita cambuk. Kita berharap kepada para pelaku agar tidak mengulangi lagi perbuatannya dan bertaubatlah kepada Allah SWT. Kepada masyarakat luas kita berharap supaya hukuman eksekusi hukuman cambuk ini menjadi pelajaran dan i’tibar,” pungkas Ibrahim Latif.

Komentar

Berita Terbaru