oleh

Dugaan Penyunatan Dana Festival, Wabup Akan Panggil Kadis Pariwisata Agara

PENANEGERI, Kutacane – Terkait dugaan penyunatan beberapa item anggaran pada Event Festival Leuser Aceh Tenggara (Agara) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, membuat Wakil Bupati setempat, Bukhari Puspa, angkat bicara.

“Saya akan memanggil Kadis Pariwisata Aceh Tenggara, Zulkifli, untuk meminta klarifikasi terkait tudingan sejumlah kalangan, yang menduga adanya dugaan penyunatan dana beberapa item kegiatan dalam ajang Festival yang sudah menjadi ajang tahunan ini,” kata Wakil Bupati Agara, Bukhari Puspa melalui selulernya, Rabu (14/11) ketika diminta tanggapannya terkait dugaan adanya penyunatan dana beberapa item dalam kegiatan Festival itu.

Bahkan, orang nomor dua di Agara ini juga meminta pihak LSM Gerakan Peduli Lingkungan dan Anti Korupsi Aceh Tenggara bersama awak media, untuk terus mengawal dan memberitakan secara terus menerus dugaan ini.

“kalau bisa diungkap ke publik tabir misteri dibalik aksi kurang terpuji ini, dengan harapan dugaan tersebut tidak menjadi isu belaka,” tandasnya.

Wakil Bupati Agara ini juga meminta data-data serta berita dugaan penyunatan dana berapa item dalam kegiatan Festival Leuser Aceh Tenggara itu, dikirim via SMS.

“Agar saya mudah mempelajari dan menjadi bahan dalam mengevaluasi kinerja Kadis Pariwista Agara itu, saya minta data-data dan berita dikirimkan kepada kami, melalui SMS,” pintanya.

Kendati demikian, sambung Bukhari, karena dirinya masih berada diluar daerah untuk mengikuti Expo Pariwisata Aceh, untuk memperkenalkan potensi wisata di Bumi Sepakat Segenep ini, kemungkinan besar dirinya akan memanggil Kadis Pariwisata Agara secara resmi pada Senin pekan depan.

“Selaku Kadis Pariwisata dan juga sebagai Ketua Panitia Festival, sudah sewajarnya saya memanggil saudara Zulkifli, sebab, sudah barang tentu dirinya yang paling tahu soal isu dugaan penyunatan beberapa item kegiatan Festival Leuser Agara ini. Hal itu supaya masalah ini bisa terang-benderang dan bisa menjawab pertanyaan publik, khususnya masyarakat Agara,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Ketua LSM Gerakan Peduli Lingkungan dan Anti Korupsi Aceh Tenggara, Amri Sinulingga menyampaikan, seperti diketahui, ada tiga item dugaan penyunatan dana Festival Leuser Agara ini diantaranya, dugaan penyunatan biaya makan peserta, biaya pembelian spanduk dan soal hadiah yang dibagikan.

“Akibat dugaan penyunatan dana beberapa item kegiatan pada Festival Leuser Aceh Tenggara ini, diprediksi ratusan juta rupiah bersarang dikantong panitia. Terlebih anggaran kegiatan yang bersumber dari Dana DOKA tahun 2018, dari Disbudpar Aceh ini, bernilai hampir mencapai Rp 700 juta rupiah,” beber Amri Sinulingga.

Sekedar informasi, ungkap Amri, pihaknya masih menunggu upaya positif dari Wabup Agara, untuk membenahi kinerja SKPK nya. Jika mandek, baru secara resmi dugaan penyunatan dana Festival Leuser Agara ini dilaporkan pada penegak hukum.

“Kita masih menunggu upaya positif Wabup, tetapi jika nantinya mandek, baru kita laporkan ke pihak penegak hukum. Insya Allah laporannya pun nanti sampai ke Polda Aceh,” tandas Amri.

Hal berbeda justru diutarakan oleh pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Festival Leuser Agara, Evi dari Disbudpar Aceh, saat dikonfirmasi melalui selulernya, bahwa hadiah uang pembinaan langsung ditransfer melalui rekening para pemenang.

“Untuk menghindari pungli, kita langsung mengirimkan hadiah melalui rekening para pemenang,” kata Evi melalui pesan WhatsApp.

Namun, saat ditanya soal dugaan penyunatan makan peserta serta dana pembelian spanduk Festival, hingga berita ini ditayangkan, Evi belum menjawab pertanyaan tersebut.

Komentar

Berita Terbaru