oleh

Eggi Sudjana Persoalkan Orang Gila Hingga Cuti Presiden

-Aceh, Politik-65 views

PENANEGERI, Jakarta – Eggi Sudjana mengaku bingung pada pemilu kali ini. Pasalnya, informasi dan pemberitaan yang beredar menyebutkan orang gila mendapatkan hak pilih untuk menentukan wakil rakyat dan presiden periode 2019-2024.

“Saya bingung, kenapa orang gila bisa ikut memilih pada pemilu tahun 2019 ini, padahal dalam persepektif hukum orang gila tidak bisa diadili karena dia tidak sehat, sedangkan pada pemilu dia diputuskan bisa memilih,” kata Eggi Sudjana selaku Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang tergabung dalam perwakilan FUI saat melakukan audiensi dengan KPU, di aula kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (1/3).

Ia menganggap keputusan memberikan hak pilih kepada orang gila sangatlah keliru dan terkesan dipaksakan.

“Kalau orang gila memilih, berarti harus ada Caleg gila dan Capres gila dong,” timpalnya sembari meminta KPU untuk menjelaskan keputusan orang gila bisa mendapatkan hak pilihnya.

Selain hak pilih orang gila, Eggi yang juga caleg dari Partai Amanat Nasional ini menanyakan terkait aturan presiden saat kampanye.

Baca Juga  Ini Tujuan FUI "Putihkan" KPU

“Pak Jokowi ini sebenarnya presiden atau Capres? Selama ini tidak ada ketegasan KPU terhadap kejelasan status Jokowi,” ucapnya.

Eggi juga menganggap bahwa KPU terkesan berpihak kepada Capres 01. Ia mencontohkan seperti penetapan tersangka terhadap ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’arif, baru saja dilaporkan sudah ditetapkan tersangka.

“Kalau pak Jokowi yang telah kami laporkan karena kebohongan data saat debat Capres ke dua, namun hingga saat ini tidak ada respon dan tidak ada tindak lanjut apapun dari penyelenggara pemilu,” sesalnya.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan FUI meminta KPU selaku penyelenggara pemilu untuk tetap independen dan berlaku jujur, adil tanpa kecurangan.

Komentar

Berita Terbaru