oleh

Empat Pucuk Senpi Rakitan Diserahkan oleh Suku Tidung

PENANEGERI, Nunukan – Penyerahan 4 pucuk senpi (senjata api) rakitan jenis penabur dari Pemangku Adat Suku Tidung kepada Dandim Nunukan berlangsung di Makodim 0911/NNK, Nunukan, Selasa (19/9).

Hal ini membuktikan bahwa sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh Babinsa di wilayah kabupaten Nunukan pelan tapi pasti membuahkan hasil.

Kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata api penabur kepada TNI terus meningkat.

Empat senpi penabur laras panjang dan 8 buah peluru senapan rakitan penabur kembali diserahkan secara sukarela oleh masyarakat kepada Pemangku Adat Tidung Nunukan, Ibrahim Latif yang kemudian oleh pemangku Adat Suku Tidung, Ibrahim Latif, keempat senpi rakitan ini kemudian diserahkan langsung kepada aparat TNI.

Senjata api jenis penabur itu biasa digunakan untuk menjaga kebun dari hama babi dan berburu binatang liar di hutan. Empat senjata api penabur tersebut selanjutnya diserahkan langsung kepada Dandim 0911/NNK Letkol (Kav) Valian Wicaksono di Makodim setempat.

Dalam sambutannya Dandim 0911/NNK Letkol (Kav) Valian Wicaksono menyampaikan dalam operasi pengamanan perbatasan Kodim Nunukan terlibat dalam Satuan Tugas Teritorial, selama kurun waktu Tahun 2017 ini dari bulan Januari sampai dengan bulan September Satgas Ter Kodim Nunukan telah berhasil menerima penyerahan senpi penabur ditambah dengan empat yang sekarang ini menjadi 26 pucuk seluruhnya senjata api rakitan.

Dandim 0911/NNK Letkol (Kav) Valian Wicaksono menerima penyerahan empat pucuk senjata api rakitan dari Pemangku Adat Suku Tidung Ibrahim Latif, Selasa (19/9).

Dandim juga menyampaikan apabila ada masyarakat yang ingin menyerahkan senpi secara sukarela kepada aparat terkait, maka akan dijamin keamanannya. Namun jika Senpi yang belum diserahkan pada aparat nantinya kedapatan saat Operasi, maka pemilik senpi rakitan akan menerima sanksi hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Senpi rakitan tersebut akan diserahkan dan selanjutnya akan dimusnahkan di Kolakops Korem 091/ASN Samarinda.

‌”Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mau dengan suka rela menyerahkan senpi rakitan jenis penabur…bila masih ada yang masih menyimpan dan didapatkan pada saat operasi maka pemilik akan menerima sanksi hukum. Dan saya menghimbau buat masyarakat Kab. Nunukan yang masih memiliki senjata api penabur kiranya dengan sukarela menyerahkan senpinya kepada aparat terkait, papar Dandim Nunukan Letkol (Kav) Valian Wicaksono, Selasa (19/9) di Nunukan.

Sedangkan dari pihak pemangku adat Suku Tidung, Ibrahim Latif menyatakan pula dukungan penuh kepada Dandim Nunukan juga rasa terimakasih kepada Babinsa karena pembinaan yang dilakukan secara merakyat.

“Saya sebagai pemangku adat tidung sangat berterimakasih kepada Dandim beserta jajarannya yang selalu menyatu dan bersama kami Masyarakat Nunukan sehingga kami merasa TNI sebagai Mitra dalam kehidupan masyarakat. Terimakasih juga kepada Babinsa atas pendekatannya selama ini kepada masyarakat karena tidak henti-hentinya memberikan masukan kepada masyarakat tentang bahayanya menyimpan senjata api penabur,” ucap Ibrahim Latif.

Babinsa Nunukan Barat menyatakan akan selalu mengayomi dan berusaha turut menciptakan rasa aman dalam kehidupan masyarakat Nunukan Barat. Untuk itu Babinsa menghimbau agar masyarakat yang mungkin masih menyimpan senjata rakitan agar diserahkan saja kepada pihak berwenang, karena sangat berbahaya juga melanggar hukum yang berlaku.

“Berdasarkan pengecekan senpi rakitan tersebut masih bisa digunakan dan mematikan apabila disalahgunakan. Senjata ini mematikan dan berbahaya,” ujar Babinsa Nunukan Barat Sertu TNI AD Sukardi saat ditemui oleh Pena Negeri secara terpisah. (*)

(Berita dan foto oleh kontributor Pena Negeri : Kanis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *