oleh

Espargaro Ungkap Kesulitan Dengan Motor KTM

PENANEGERI, Moto GP – Pol Espargaro memiliki salah satu gaya menikung paling ekstrem di ajang Moto GP dan ‘beraksi’ lebih dari sebelumnya, setelah beralih ke KTM.

Espargaro yang merupakan rekan setim Bradley Smith dan pembalap penguji Mika Kallio sepakat bahwa salah satu masalah utama RC16 adalah kurangnya skill menikung mengirim pembalap Spanyol itu lebih jauh.

“Gaya berkuda saya selalu berada di luar motor bersama Yamaha, tapi sekarang jauh lebih banyak. Saya perlu menambahnya karena motornya kurang untuk membuat manuver, jadi saya harus memaksa motornya lebih menekan,” kata Espargaro dikutip dari Autosport.com, Sabtu (22/7).

Menurut Espargaro, jadi, hingga diperbaiki masalah ini, ia perlu menambahkan kekuatan dan secara fisik lebih melelahkan mengendarai motor ini dari pada Yamaha.

“Tapi saya mencoba beradaptasi juga, bukan hanya motornya, setiap kali berjalan saya belajar sedikit lebih banyak tentang gaya berkuda dan batasan dengan motor ini,” terangnya sembari mengatakan ini seperti kompromi antara pembalap dan motor, kita saling membutuhkan.

Baca Juga  Espargaro : Kami Meningkat Pesat

Rekan setimnya, Bradley Smith mengatakan, Ketiga pembalap tersebut bekerja saling mendukung. Ini lebih mencolok lagi di Sachsenring, karena sifat arena seperti pacuan kuda yang ketat. Ini adalah titik fokus pada daftar kami dan kami akan terus mencoba dan mencari tahu apa yang kami butuhkan dari jenis motor untuk melakukannya.

“Sulit untuk menentukan. Grip nampaknya membantu kita, ketika kita memiliki ban baru, tikungan adalah kombinasi dari semua hal dan sejujurnya, itu bisa terjadi untuk siapapun,” ujar pembalap asal Inggris itu.

Meskipun terjadi masalah, tiga pembalap KTM hampir selalu mendapatkan poin di Sachsenring dengan Espargaro 13 poin, Smith 14 poin dan Kallio kehilangan 15 poin pada selisih 0,081s dari Jack Miller.

“Kami tidak berharap untuk menjadi sangat kompetitif di sini, karena kami selalu membuat rotasi dan kami harus banyak menggantungkan motor, jadi ini kejutan yang menyenangkan,” tegas Kallio.

“Kami mendapatkan langkah demi langkah yang lebih baik, tapi pada dasarnya seperti yang Pol dan Bradley katakan, kami berjuang terlalu banyak dalam beberapa manuver dan ini adalah titik lemah kami,” lanjutnya.

Komentar

Berita Terbaru