oleh

Evaluasi Apotik PRB, BPJS Kesehatan Langsa Sosialiasikan Konsep MTM

PENANEGERI, Langsa – Sebagai upaya untuk meningkatkan layanan kepada peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis, BPJS Kesehatan Cabang Langsa kembali melakukan evaluasi dan sosialisasi re-engineering Program Rujuk Balik (PRB) pada apotek yang bekerja sama dalam melayani obat PRB.

Kegiatan yang bertujuan untuk optimalisasi PRB melalui penguatan fungsi kefarmasian klinis apotek PRB dengan konsep Medication Therapy Management (MTM) ini berlangsung, Jumat (27/9) di Aula kantor BPJS Kesehatan Cabang Langsa.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Langsa, Endang Kurnia Ningsih menyampaikan, bahwa terdapat beberapa poin yang harus dilakukan dalam pengelolaan PRB, salah satunya dengan menggunakan konsep MTM.

“MTM ini sendiri dapat dicapai dengan meningkatkan kerjasama antara apoteker, dokter dan profesional kesehatan lainnya, meningkatkan komunikasi antara pasien dan tim kesehatan serta optimalisasi penggunaan obat untuk meningkatkan ketercapaian pengobatan pasien,” ucapnya.

Endang juga menjelaskan bahwa MTM akan diimplementasikan serentak pada tanggal 1 Oktober 2019 mendatang dengan target utama peserta PRB terdaftar namun tidak aktif dan peserta yang memiliki potensi PRB.

Baca Juga  Wabup Aceh Tamiang : Dunia Usaha Harus Tumbuh di Aceh Tamiang.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari bapak/ibu pimpinan dan Apoteker Apotek PRB untuk kelancaran PRB berbasis MTM ini, guna memudahkan pasien PRB dalam mendapatkan obat yang diperlukan sehingga peserta JKN-KIS mendapatkan kemudahan dalam pelayanan khususnya untuk peserta penyakit kronis yang kondisinya telah stabil,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Apoteker Pengelola Apotek Kimia Farma 81, Hendra Putra mengungkapkan, bahwa apotek yang dikelolanya berkomitmen akan mempersiapkan pelaksanaan PRB berbasis MTM secara optimal melalui konseling, pelayanan informasi obat (PIO), home pharmacy care dan Tele farmasi kepada peserta PRB.

“Diharapkan dengan adanya konsep MTM ini dapat meningkatkan keberhasilan dan keamanan terapi serta meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru