oleh

Faktor Ekonomi Melemah, Pedagang Kue Lebaran di Bireuen  Sepi Pembeli

PENANEGERI, Bireuen – Akibat pengaruh dan tidak stabilnya ekonomi masyarakat, permintaan kue kering menjelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, di pusat Kota Bireuen sepi pembeli, Jumat (31/5).

Kendati demikian, puluhan pedagang kue kering tahun ini tetap memadati sejumlah ruas jalan, baik kawasan jalan Pengadilan Lama dan kompleks jalan Voa Bireuen.

“Sudah tiga hari kami menggelar dagangan kue lebaran, tapi daya beli masyarakat masih sangat rendah, dibandingkan lebaran Idul Adha lalu,” ujar seorang pedagang kue kering kawasan jalan Pengadilan Lama Bireuen, Ernawati.

Menurutnya, sepinya pembeli kue persediaan lebaran Idul Fitri tahun ini, dipengaruhi ekonomi masyarakat Bireuen yang belum stabil, disamping menutupi kebutuhan lain menjelang meugang dan hari raya.

Hal senada juga dikatakan pedagang kue lainnya, M Yusuf  yang menggelar lapak dagangannya di kompleks jalan Voa Bireuen. Menurutnya, selama sepekan dibukanya lapak daganganya,  minat pembeli sangat kurang.

“Biasanya, kalau menjelang 1 hari lebaran, maka permintaan kue kering memuncak, terutama hari meugang nanti. Tapi lebaran kali ini berbeda jauh dari tahun lalu,” keluhnya.

Baca Juga  Dinsos Bireuen Bantu Kursi Roda untuk Warga Kurang Mampu

Di akuinya, untuk kacang bogor dijual sekitar Rp 40 ribu perkilogram, keju Rp100 ribu awalanya Rp 75 ribu perkilogram, kue Aceh sejenis Keukarah masih Rp 60 ribu perkilogram.

Lalu kue kering seperti supeit Rp55 dan Rp 60 ribu perkilogram, kepang kacang Rp 20 ribu perkilogram,  sementara kue bawang Rp 70 ribu sebelumnya Rp 50  perkilogram, kue mentega Rp 80 awalnya, Rp 50 ribu perkilogram.

“Kalau Dahlia, bangkit susu, kokokran, coklat kini harganya Rp 80 ribu awalnya Rp 70 ribu perkilogram,” sebut M Yusuf.

Komentar

Berita Terbaru