oleh

Festival Sate Matang di Bireuen Dibuka, Sebagian Warga Hanya Bisa Pegang Kupon

PENANEGERI, Bireuen – Festival sate matang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, bekerja sama dengan Pemkab Bireuen resmi dibuka, di Lapangan Galacticos, Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (30/3)

Sementara sebagian warga yang telah mendapatkan kupon gratis untuk pengambilan nasi bungkus sate di anjungan (stand) kecamatan, hanya bisa memegang kupon saja, akibat kekurangan nasi.

Seperti halnya di stand Kecamatan Kutablang, warga terpaksa antri memegang kuponnya, sementara di anjungan itu tidak ada nasi. Terakhir mereka hanya mendapat nasi bungkus dari stand lain sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, panitia telah menyerahkan dana sebesar Rp 1.900.000 bagi setiap kecamatan untuk penyediaan nasi bungkus sate serta kegiatan lomba memasak sate di stand kecamatan masing-masing.

“Saya sudah menunggu dari jam 11.00 pagi, sementara nasinya saya dapat di stand kecamatan lain dengan harus menyerahkan satu kupon,” kata seorang warga kepada Penanegeri.com, Sabtu (30/3) di lokasi festival sate matang.

Festival sate matang serta ajang promosi kue khas Bireuen itu dibuka Wakil Bupati, Dr H Muzakkar A.Gani didampangi Kabid Sejarah dan Nilai Budaya, Disbudpar Aceh, Dra Irmayani.

Baca Juga  Memperat Silaturahmi, AJI Bireuen Buka Puasa Bersama Insan Pers

Muzakkar A Gani dalam sambutannya mengatakan, sate Matang sudah sejak lama menjadi salah satu kuliner andalan Bireuen, sudah dikenal di Matangglumpangdua sendiri sebagai daerah asalnya, juga wilayah-wilayah lain di Bireuen, serta kota besar di Aceh serta di Indonesia.

“Bireuen memang memiliki banyak sekali variasi kuliner tradisional yang nikmat cita rasanya, seperti bu sie itiek (nasi bebek), nagasari, rujak mameh dan layak menjadi salah satu destinasi wisata kuliner andalan di Aceh,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru