oleh

Forum DAS Segera Gelar Festival Krueng Peusangan

PENANEGERI, Bireuen – Sejumlah kegiatan akan digelar pada Festival Krueng Peusangan dan akan dipusatkan di Kabupaten Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah, mulai 5 Desember 2019.

Ketua Forum DAS Peusangan, Suhaimi Hamid kepada wartawan, Minggu (1/12) mengatakan, agenda festival Krueng Peusangan itu digelar guna mengkampanyekan pengelolaan dan perlindungan DAS Peusangan secara terpadu dari hulu ke hilir.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan ini merupakan salah satu DAS prioritas nasional di Provinsi Aceh.

“Selain Arung Jeram di Aceh Tengah, 5 Desember, lalu camping dan tracking di Bener Meriah pada 7 hingga 8 Desember 2019. Sedangkan  penutupan festival itu akan dipentaskan di Bireuen, 17 Desember 2019,” katanya.

Ajang penutupan festival, tambah Suhaimi, juga dirangkai kegiatan seremonial, penandatangan MoU Imbal Jasa Lingkungan, Master Plan Koridor Satwa.

Disamping itu, agenda testimoni Imbal Jasa Lingkungan dari para private sector (perusahaan pengguna air), seni budaya, pameran hijau dan sejumlah pertunjukan lainnya.

Untuk peserta festival sendiri diikuti sejumlah perusahaan dari enam kabupaten/kota, antara lain dari Aceh Tengah, Bireuen, Bener Meriah, Pidie, Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara yang selama ini memanfaatkan air Krueng Peusangan.

Baca Juga  Polsek Tanah Luas Tangkap Seorang Pencuri

Disamping itu, ajang ini juga akan diikuti para mahasiswa, pelajar serta unsur pemerintah dari enam kabupaten/kota.

“Tujuan utama festival ini untuk mengajak pemerintah dan berbagai pihak serta masyarakat ikut terlibat aktif melindungi daerah tangkapan air di DAS Peusangan, serta ikut peduli menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Apabila kita tidak peduli dengan persoalan di hulu DAS Peusangan, tambahnya maka ancamannya utama krisis air yang dapat menggangu keberlansungan hidup jutaan  manusia.

Disini kita juga mengajak semua elemen masyarakat agar dapat melindungi keanekaragaman hayati yang ada di lanskap Peusangan. Dalam hal ini pemerintah Aceh agar dapat mengintegrasikan dokumen master plan koridor satwa yang telah disusun oleh Bappeda Aceh dapat dimasukkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran.

Suhaimi Hamid juga mengharapkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, sehingga festival ini sukses.

“Disamping dukungan dari KLHK, Forum DAS juga mengharapkan dukungan serta partisipasi anggota DPRA dan DPR RI asal Aceh, agar agenda besar ini dapat berjalan dengan maksimal,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru