oleh

Forum Pemuda Dunia : “Singsingkan Lengan Bajumu”

PENANEGERI, Para pemimpin pemuda siap “menyingsingkan lengan baju mereka” dan mulai bekerja. Hal ini akan menjadi fokus dalam forum pertemuan pemuda tahunan di PBB.

Bertempat di Markas Besar PBB di New York pada tanggal 30 sampai 31 Januari 2018, para pemimpin pemuda (youth leaders) dari setiap penjuru dunia akan memimpin diskusi dengan pejabat pemerintah, masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya mengenai kerangka kebijakan dan inisiatif inovatif untuk memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG), sebuah rencana 15 tahun untuk menciptakan dunia yang sejahtera bagi semua orang di planet yang bersih.

Marie Chatardová, Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (UN Economic and Social Council), badan PBB yang menyelenggarakan Forum Pemuda tahunan (Annual Youth Forum), mengatakan bahwa sangat penting untuk memberdayakan kaum muda untuk memutus siklus kemiskinan memungkinkan mereka memenuhi potensi mereka secara maksimal.

“Jika kaum muda memiliki dukungan, pendidikan, dan sarana yang tepat, mereka dapat terus membangun masyarakat yang lebih baik. Mereka memiliki energi, kreativitas, dan inovasi untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja untuk diri mereka sendiri dan orang lain,” tulisnya dalam sebuah artikel opini, yang diterbitkan di Miami Herald pada hari Jumat.

Mengutip contoh pemuda yang mengambil tindakan untuk menekan kekhawatiran global, seperti dampak perubahan iklim atau polusi yang berkembang, Marie Chatardová mengatakan bahwa kaum muda tidak menunggu orang lain untuk mengubah gagasan mereka menjadi kenyataan.

“Mereka adalah pemimpin yang menyingsingkan lengan baju mereka dan bekerja keras untuk mengubah masyarakat mereka,” tambahnya.

Di seluruh dunia, populasi anak muda sekarang hampir 1,8 miliar – terbesar yang pernah ada. Dan ini menawarkan potensi besar sekaligus tantangan yang cukup besar mulai dari 71 juta pemuda pengangguran dan tambahan 161 juta dalam situasi kemiskinan sedang atau ekstrim meskipun memiliki pekerjaan.

Dalam situasi ini, membangun karya kaum muda untuk mengatasi masalah kaum muda sangat penting, disorot Jayathma Wickramanayake, Utusan Sekretaris Jenderal PBB untuk Pemuda.

“Kami akan membahas isu-isu [kaum muda] peduli seperti energi berkelanjutan untuk semua kota yang aman dan inklusif, akses terhadap air bersih dan sanitasi, melindungi keanekaragaman hayati dan hutan dan kemitraan untuk mencapai [SDG],” kata Jayathma Wickramanayake, seperti dikutip oleh situs resmi PBB, Senin (29/1).

Sebagai bagian dari agenda kemitraan, jelasnya, adalah keterlibatan kaum muda dalam pelaksanaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan dan SDG 2030.

Dimulai pada tahun 2012, Youth Forum adalah forum untuk mempertemukan orang muda dan pejabat pemerintah senior yang bertanggung jawab atas masalah pemuda di negara mereka, seperti kementerian pemuda. Tema menyeluruh tahun ini adalah peran kaum muda dalam membangun masyarakat perkotaan dan pedesaan yang lestari dan tangguh.

Selain membahas tindakan pemuda untuk SDG tertentu, agenda tersebut juga mencakup perspektif regional dan meja bundar mengenai implementasi, termasuk keuangan, teknologi, pengembangan kapasitas dan perdagangan.

Hasil dari Forum Pemuda akan mengalir ke Forum Pembangunan Berkelanjutan Tingkat Tinggi tahun ini (High-Level Political Forum – HLPF) tahun ini, forum PBB global untuk membahas dan mengulas status pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar