oleh

FPRM Prihatin Kondisi Pengungsi Rohingya di Bireuen

-Aceh-9 views

PENANEGERI, Langsa – Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) sangat prihatin dengan kondisi penampungan 78 pengungsi Etnis Rohingya yang berada di Gedung SKB Coet Gapu Bireuen. Pasalnya, sudah satu bulan terakhir ini mereka tidur ditempat terbuka parkiran SKB.

“Dengan kondisi hujan dan angin kencang melanda Aceh, sudah barang tentu tidak baik bagi kesehatan para pengungsi, oleh karena itu kami mendesak Pemeritah Aceh serius mencari tempat relokasi yang layak,” sebut Ketua FPRM, Nasrudin kepada Penanegeri.com, Senin (26/11).

Sejauh ini, katanya, FPRM menilai langkah yang diambil oleh Dinas Sosial Aceh sangat lamban, padahal sesuai hasil rapat antara Pemerintah Aceh, Pemkab Bireuen dan Pemko Langsa beberapa waktu lalu, bahwa Pemko Langsa atas nama kemanusiaan sudah bersedia menampung mereka diperumahan Rohingya di Timbang Langsa

“Bahkan Pemerintah Kota Langsa telah mengajak sejumlah lembaga kemanusiaan untuk membantu memperbaiki bebera fasilitas rumah yang telah rusak dan memasang jaringan air bersih,” ucapnya.

Lanjut Nasruddin, untuk pemindahan pengungsi, Pemerintah Aceh sudah beberapa kali mengadakan rapat yang dihadiri oleh pejabat penting, namun sampai saat ini belum ada realisasinya bahkan terkesan saling buang badan

Hal ini bisa kita lihat dilapangan belum ada tanda -tanda Pemerintah Aceh serius merealisasi apa yang telah disepakati pada saat rapat beberapa waktu yang lalu. Salah satu yang diajukan oleh Pemko Langsa adalah, sebelum direlokasi pengungsi ke Langsa terlebih dahulu Pemerinah Aceh akan membangun pagar dan membantu biaya logistik, namun sampai hari ini hal tersebut belum terwujud.

Untuk itu kami mendesak Pemerintah Pusat serius menangani pengungsi Etnis Rohingya sesuai dengan Perpres Nomor :125  Tahun 2016.

“Jangan sampai persoalan pengungsi tersebut mencoreng nama baik pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat,” tegasnya.

Selain itu, Nasruddin juga berharap kepada UNHCR sebagai lembaga PBB yang mempunyai mandat untuk mengurusi pengungsi internasional untuk dapat membantu pemerintah dalam menangani pengungsi ini.

“Mengingat minimnya pos anggaran kebencanaan di setiap kabupaten/kota,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru