oleh

Gadjah Puteh Minta Dinas PUPR Aceh Tamiang Jangan Permainkan Warga Miskin

-Pena Berita-126 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang –  Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas PUPR diminta oleh DPP LSM Gadjah Puteh tidak mempermainkan hajad hidup masyarakat miskin.

Pihaknya merasa sedih saat melihat nasib salah seorang janda miskin, Jamilah (53) warga Dusun Titi Baru, Kampung Matang Tepah Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, yang saat ini tinggal bersama keluarganya di bangunan berukuran 2 x 2 meter.

“Jamilah merupakan salah satu warga, oleh Dinas PUPR Aceh Tamiang dijanjikan akan mendapat bantuan pembangunan rumah sehat sederhana Type 36,” ungkap Direktur Eksekutif DPP LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly kepada Penanegeri.com, Kamis (10/8), saat melakukan observasi lapangan setelah menerima informasi dari warga sekitar tentang kondisi rumah Jamilah.

Faktanya, sambung Sayed, di dinding rumah milik janda miskin itu telah ditempel atau dipasang plang proyek sebagai penerima manfaat pembangunan rumah sehat sederhana dengan nomor kontrak: 600.640/1301.3/2017 tanggal kontrak 10 Juli 2017. Nilai Kontrak Rp. 1.202.500.000 (Satu Miliyar Dua Ratus Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan jumlah bangunan yang akan dibangun sebanyak 13 unit, Sumber Dana Otsus. Pelaksana CV Setia Abadi dan CV Aljabar sebagai pihak pengawas.

“Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas PUPR untuk segera merealisasikan pembangunannya, apalagi sebelumnya oleh orang yang mengaku dari CV Setia Abadi telah mendatangi rumah Jamilah dan meminta yang bersangkutan untuk membongkar sendiri rumahnya sebelum dilakukan pembangunan, dengan alasan karena tidak tersedia dana pembongkaran,” tegas Sayed yang kerap disapa Wlaed itu.

“Sebagai masyarakat awam dan dalam kondisi hidup serba kekurangan, kabar itu tentu sangat membahagiakan,” lanjut Waled.

Dikatakan Waled, setelah dua minggu rumah dibongkar, tetapi tanda pelaksanaan pembangunannya tidak terbukti dilapangan hingga kini.

“Inikan zalim namanya, rumah orang sudah kadung dibongkar, dan dijanjikan akan dibangun, tetapi tidak dilakukan pembangunannya,” sesal Waled dengan nada geram.

Dilokasi yang sama, Datok Penghulu Kampung Matang Tepah, Suherman mengakui, beberapa waktu lalu dirinya didatangi oleh seorang yang mengaku dari CV Setia Abadi selaku pihak pelaksana pembangunan rumah.

“Orang itu mengaku dari rekanan pelaksana pembangunan rumah sehat sederhana CV Setia Abadi, yang bersangkutan meminta untuk ditunjukkan rumah warga yang akan dibangun, saya bawalah ke lokasi rumah Jamilah,” tutur Suherman.

Kemudian, setelah menempelkan plang pengerjaan, diberitahukan oleh yang bersangkutan pembangunan rumah akan segera dilaksanakan dan pemilik rumah untuk membongkar sendiri rumahnya alasannya tidak tersedia dana pembongkaran.

“Tapi, hingga saat ini rumah warga saya yang telah dibongkar oleh pemiliknya, tidak ada tanda pelaksanaan pengerjaan pembagunannya,” terang Datok.

Dikatakan Suherman, terhadap kondisi itu dirinya selaku orang yang dituakan dalam kampung telah melaporkan ke anggota DPRK Aceh Tamiang yang berasal dari Kampungnya.

“Kondisi ini juga akan kami laporkan ke pihak Camat,” sambungnya.

Selain itu, Suherman juga menegaskan, jika dalam beberapa hari ini tidak juga dilakukan pembangunannya oleh pihak rekanan, dirinya bersama masyarakat Kampung Matang Tepah akan membangun sendiri rumah Jamilah secara gotong royong.

“Kami akan gotong royong membangun rumah itu,” tegas datok Suherman.

Sementara itu, Kabid Perumahan Rakyat Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek bantuan rumah dhuafa, Subhan, ST saat dihubungi awak media, melalui telepon selularnya 08529760XXXX tidak mengangkat teleponnya meski tersambung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *