oleh

Gadjah Puteh Tanggapi Tudingan Ibrahim Latif

-Pena Berita-51 views

PENANEGERI, Langsa – DPP LSM Gadjah Puteh menanggapi tudingan Kadis Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif terkait anggaran Festival Islami.

Pengacara Gadjah Puteh, T Syaifuddin SH, kepada Penanegeri.com, Rabu (9/8) di kantornya menjelaskan awal mula proses lahirnya anggaran program Festival Islami itu.

“Hal ini berawal dari komunikasi antara pihak Gadjah Puteh dengan Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE diawal tahun 2016 lalu, pada saat itu dengan segala ketulusannya Walikota Langsa meminta pihak Gadjah Puteh untuk menyusun sebuah program kegiatan dan usulannya agar ditujukan kepada Walikota Langsa,” urainya.

Dikatakan Syaifuddin, semula pihaknya menganggap hal ini sebagai silaturrahmi, namun karena pertimbangan menghargai Walikota selaku kepala daerah, maka direalisasikanlah apa yang disarankan dan disampaikan oleh beliau.

“Selanjutnya, segala proses administrasinya pun diselesaikan sesuai aturan dan mekanismenya, yakni melalui surat usulan dari Gadjah Puteh yang tertuang dalam proposal kegiatan dan ditujukan kepada Walikota Langsa,” terang Syaifuddin yang kerap disapa Popon itu.

Adapun usulan program dalam permohonan itu, sambung Popon, berupa kegiatan pelatihan bagi generasi muda Islam seperti memandikan jenazah, khutbah Jum’at, Tahfiz Qur’an, Tajhiz Mayyid dan lain-lain.

“Kegiatan ini juga direncanakan akan bekerjasama dengan sejumlah ustadz dan lembaga Ipqah kota Langsa,” lanjutnya.

Popon menambahkan, persetujuan oleh Walikota Langsa dilakukan melalui disposisinya pada tertanggal 10 Februari 2016 silam, Setelah itu diserahkan ke Bappeda dan dibahas ditingkat Panitia Anggaran (Panggar) dan disetujui oleh Parlemen DPRK Langsa.

“Kami ini (Gadjah Puteh_red) merupakan elemen sipil masyarakat Langsa, dimana posisinya merupaka¬† pihak yang berada diluar sistem, dalam artian tidak ada kewenanangan untuk mengambil sebuah kebijakan terkait anggaran,” ujarnya.

Perlu dipahami, bahwa otoritas ini ada pada Pemko Langsa melalui perangkat kerjanya,” timpal Popon.

Setelah sekian lama, pihaknya kemudian diberitahukan oleh Bappeda bahwa usulan kegiatan yang diajukan berdasarkan saran walikota Langsa tersebut disetujui dan dianggarkan dalam APBK Langsa serta ditempatkan dan dititip pada Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

“Jika ibrahim Latif mengatakan dan mengacungkan jari telunjuknya bahwa anggaran itu siluman, secara tidak langsung dirinya telah menyebut dan mengacungkan jari telunjuknya ke arah pimpinannya sendiri, yakni Walikota Langsa, DPRK Langsa dan Tim Panggar sebagai Siluman,” tandas Popon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *